Di sisi lain, PTPN IV terus memperkuat praktik keberlanjutannya. Perusahaan telah mengantongi berbagai sertifikasi lingkungan, seperti Rainforest Alliance dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), yang berlaku di lebih dari 65 pabrik dan 118 kebun miliknya. Hal ini sejalan dengan komitmen PTPN IV untuk mendukung target nasional pengurangan emisi sebesar 51% pada tahun 2030.
Langkah-langkah konkret lainnya juga terus dikembangkan, seperti program reforestasi dan pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan.
“PTPN IV adalah contoh nyata bahwa industri kelapa sawit bisa berjalan seiring dengan agenda keberlanjutan global. Kami berharap inisiatif seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi perusahaan-perusahaan lainnya,” tutup Menteri Hanif.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 21-27 Mei 2025 Tertinggi Rp 3.329,05 per kg
Upaya yang dilakukan PTPN IV memperlihatkan bahwa sektor perkebunan Indonesia memiliki potensi besar untuk tidak hanya bertransformasi menjadi lebih hijau, tetapi juga berperan aktif dalam mitigasi perubahan iklim dunia. (T2)
