InfoSAWIT, BANJARMASIN — Matahari belum terlalu tinggi saat Chrystian Marbun, perwakilan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero)/APN Unit Kalimantan Selatan, menapakkan kakinya di jalan tanah kebun sawit.
Pagi itu terasa berbeda. Bukan hanya karena aktivitas panen yang sedang intens, tetapi karena adanya kehadiran langsung manajemen yang turun tangan, bukan sekadar mengawasi, melainkan membersamai.
Bukan kali pertama tim manajemen APN menyusuri blok-blok strategis di Kalimantan Selatan. Namun setiap kunjungan membawa semangat baru—bagi manajemen sendiri, dan yang lebih penting, bagi para pekerja lapangan. Dalam sistem kerja yang penuh tekanan target produksi dan protokol teknis, kehadiran seseorang dari kantor pusat bukan hanya menyampaikan arahan, tetapi menjadi wujud pengakuan atas kerja keras para buruh kebun.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalteng Periode II-Mei 2025 Turun Rp47,64 Per Kg
“Ketika kami hadir langsung di lapangan, kami tidak hanya melihat pekerjaan yang dilakukan. Kami membangun kedekatan, menciptakan ruang dialog, dan menguatkan budaya kerja yang saling mendukung,” kata Chrystian di sela-sela pemantauan dilansir InfoSAWIT dari Agrinas, Selasa (3/6/2025).
Di blok yang ditunjuk hari itu, para pemanen memulai aktivitas sejak subuh. Satu per satu tandan buah segar (TBS) dijatuhkan dengan ketepatan dan kehati-hatian. Di antara mereka, tim pendamping dari APN ikut memantau langsung, tak segan berdiri di bawah terik matahari, memberi arahan teknis, bahkan sesekali membantu mengatur alat bantu.
“Pak Chrystian ngajarin cara potong yang aman, juga ngingetin soal alat pelindung diri,” ujar Wahid, salah satu pemanen yang sudah bekerja tiga tahun di kebun itu.
BACA JUGA: ISPO kini Tak Lagi Cuma Urusan Kebun, Sertifikasi Itu Pun Menyasar Produk Olahan
Pendampingan seperti ini bukan sekadar bentuk inspeksi. Lebih dari itu, APN mencoba membangun pola komunikasi dua arah. Pekerja bukan sekadar pelaksana, tetapi mitra yang diajak berdiskusi tentang bagaimana sistem kerja bisa berjalan lebih baik.
Salah satu perubahan signifikan yang diupayakan APN di Kalimantan Selatan adalah penataan struktur kerja panen dan penyemprotan. Tiap tim ditugaskan berdasarkan kondisi blok dan kesiapan tanaman, bukan asal ditentukan. Dengan sistem kerja yang rapi, minim tumpang tindih, hasil kerja pun lebih mudah dimonitor.
