Zulfadli dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah krusial untuk mengangkat potensi perkebunan kelapa sawit di Aceh yang luasnya mencapai lebih dari 230.000 hektare. “Sawit bukan hanya sumber pendapatan petani, tetapi juga pilar devisa daerah. Pelatihan seperti ini akan sangat menentukan masa depan sektor ini,” jelasnya.
Dalam paparannya, Tulus Tri Margono dari Ditjenbun menyampaikan bahwa sekitar 42% kebun sawit nasional dikelola petani rakyat, namun dengan produktivitas yang masih tergolong rendah, yakni rata-rata 3 ton per hektare per tahun. Padahal, potensi sebenarnya bisa mencapai 5 hingga 6 ton per hektare. “Kuncinya adalah perbaikan manajemen kebun, penggunaan bibit unggul, dan praktik pemupukan yang benar,” ujarnya.
Sementara itu, M. Apuk Ismane dari BPPSDMP menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan lembaga swasta dalam mengembangkan SDM pertanian. “Kegiatan seperti ini sejalan dengan target pembangunan pertanian 2025–2029, yakni mencetak petani yang modern, produktif, dan berdaya saing,” katanya.
BACA JUGA: Dorong Produktivitas dan Perlindungan Petani Sawit, HIPMI Sultra dan SPKS Gandeng Jasindo
Pelatihan ini mencakup berbagai aspek teknis, mulai dari perencanaan lahan, pembibitan, teknik tanam, pemeliharaan, pemupukan, hingga pengendalian hama dan penyakit. Seluruh materi dirancang secara sistematis dan disampaikan oleh para ahli dari IPB Training dengan pendekatan interaktif.
Secara keseluruhan, pelatihan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Tak hanya memberikan ilmu baru, kegiatan ini juga memperkuat jejaring antarpetani dan membuka peluang kolaborasi di masa depan.
Melalui pelatihan ini, pemerintah dan pihak terkait berharap produktivitas perkebunan sawit rakyat di Aceh dapat meningkat secara signifikan. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat, para petani diharapkan mampu mengelola kebun secara efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sehingga turut mendukung pencapaian swasembada dan kedaulatan energi berbasis sawit nasional.
BACA JUGA: KLH/BPLH Segel Empat Perusahaan Sawit di Riau, Tindak Tegas Pelanggaran Karhutla
Pelatihan teknis ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan sektor perkebunan bukan hanya tentang lahan dan produksi, tetapi juga tentang kualitas sumber daya manusia di baliknya. (T2)
