InfoSAWIT, KENDARI — Dalam upaya memperkuat produktivitas sektor kelapa sawit rakyat dan pelaku UMKM, Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) menggandeng PT Asuransi Jasindo untuk memberikan perlindungan asuransi kecelakaan diri secara gratis bagi petani kelapa sawit di wilayah tersebut.
Kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam mendukung petani kecil dan UMKM sawit agar lebih terlindungi dan berdaya. Asuransi yang diberikan mencakup risiko meninggal dunia akibat kecelakaan, cacat tetap, hingga biaya pengobatan. Perlindungan berlaku selama satu tahun dan ditujukan untuk petani-petani yang selama ini belum tersentuh jaminan sosial memadai.
Ketua Umum BPD HIPMI Sultra, Triawan Rizbar Taha, menyampaikan bahwa sektor sawit di Sultra menyimpan potensi ekonomi yang sangat menjanjikan. Ia menilai sawit merupakan komoditas jangka panjang yang menguntungkan.
BACA JUGA: Bukan Hanya Perkara Produksi, Melindungi Lingkungan pun Dilakukan Petani Sawit
“Tanaman kelapa sawit hanya memerlukan sekitar empat tahun untuk mulai berbuah dan bisa terus produktif hingga 30 tahun. Di Sultra sendiri masih banyak lahan tidur yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya sawit,” ujarnya dikutip, Sabtu (26/7/2025).
11.000 KK Terlibat dalam Sawit di Sultra
Berdasarkan data sementara dari Simdata Sultraprov tahun 2024, terdapat sekitar 11.337 kepala keluarga yang terlibat dalam budidaya kelapa sawit di Sultra. Sebagian besar merupakan petani kecil dan pelaku UMKM yang belum mendapatkan pendampingan dan perlindungan secara maksimal.
Triawan menegaskan, penguatan industri sawit nasional tidak bisa dilepaskan dari pemberdayaan petani dan kelembagaan tani. Selain mendukung dari sisi hulu seperti pembibitan dan perawatan tanaman, HIPMI juga berkomitmen mendorong UMKM sawit untuk menghasilkan produk turunan yang inovatif dan bernilai tambah.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 25-31 Juli 2025 Tertinggi Rp. 3.442,09 per Kg
“HIPMI ingin hadir sebagai penggerak ekonomi rakyat. Ini bukan sekadar soal bisnis, tapi juga misi sosial untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” jelasnya.
Peluncuran program ini dihadiri oleh sejumlah pihak strategis, di antaranya Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sultra, Dr. La Ode Muhammad Rusdin Jaya, serta perwakilan dari PT Bina Sawit Makmur, PT Bakrie Sumatra Plantation, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), dan Branch Manager PT Asuransi Jasindo Kendari.
