Produktivitas Sawit Bisa Melesat Berkat Inovasi dari IPB

oleh -3.709 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Pertanian berbasis intuisi kini harus beralih ke pertanian presisi yang mengandalkan data dan teknologi. Perubahan besar ini menjadi salah satu fokus utama sesi paralel Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025.

InfoSAWIT, JAKARTA — Pertanian berbasis intuisi kini harus beralih ke pertanian presisi yang mengandalkan data dan teknologi. Perubahan besar ini menjadi salah satu fokus utama sesi paralel Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025, Sabtu (9/8) lalu, yang mengangkat tema “Smart Agriculture 4.0: Integrasi IoT, AI, dan Robotika untuk Optimalisasi Produktivitas dan Keberlanjutan Pertanian”.

Arif Satria dari Institut Pertanian Bogor (IPB) memaparkan sejumlah riset unggulan kampusnya, termasuk Sawah 4.0, sebuah ekosistem pertanian padi cerdas yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas hingga melampaui 10 ton per hektare. Program ini memadukan teknologi penginderaan jauh melalui drone dan satelit untuk mendeteksi kesehatan tanaman sejak dini. Data yang terkumpul diolah untuk menghasilkan rekomendasi presisi yang disampaikan lewat aplikasi SMARTSeeds, sehingga petani dapat mengatur pemupukan dan irigasi secara efisien, menghemat biaya, dan mengurangi dampak lingkungan.

Pendekatan serupa juga diterapkan pada sektor kelapa sawit melalui riset Sawit 4.0, yang menyasar pemberdayaan kebun rakyat. Dengan kecerdasan buatan (AI), populasi pohon sawit dipetakan secara akurat. Sistem PRECI PALM kemudian memanfaatkan citra satelit untuk memberikan rekomendasi pemupukan yang terbukti meningkatkan efisiensi hingga 20%. Rekomendasi tersebut dieksekusi oleh mesin pemupuk dan transporter presisi FASTREX, wujud integrasi robotika dalam meningkatkan produktivitas kebun sawit.

BACA JUGA: Memangkas Jejak Karbon Sektor Sawit Hingga Rantai Pasok

Inovasi lain yang dipamerkan adalah teknologi deteksi kualitas pangan berbasis AI menggunakan portable near infrared spectrometer yang terhubung ke smartphone. Alat ini mampu menganalisis kemanisan buah, kesegaran telur, hingga kemurnian susu dengan cepat dan akurat, hanya dalam waktu kurang dari 10 detik. “Added value dari inovasi-inovasi IPB tidak hanya berpengaruh di Indonesia, tetapi juga di luar negeri,” kata Arif dilansir InfoSAWIT dari Kemdiktisaintek, Kamis (14/8/2025).

Dari sisi kebijakan, Direktur Alat dan Mesin Pertanian Pascapanen, Opik Ahmad Ropik, menegaskan dukungan pemerintah terhadap adopsi teknologi modern. Dukungan itu diwujudkan melalui tiga pilar kebijakan: program pendorong, regulasi, dan anggaran. Program tersebut mencakup bantuan langsung alat mesin pertanian (alsintan), pelatihan SDM, dan subsidi bunga kredit. Sementara itu, regulasi berupa standar mutu (SNI) dan sertifikasi menjamin kualitas teknologi yang digunakan petani, serta didukung pembiayaan melalui APBN, kredit usaha, dan hibah riset.

“Adopsi teknologi sangat beragam, sehingga kami butuh masukan dari akademisi dan praktisi. Teknologi tepat guna yang bisa langsung diterapkan petani sangat kami dukung,” ujarnya. (T2)

 

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com