Tidak hanya berhenti pada ide, prototipe TrunkTone sudah melalui tahap uji coba. Hasilnya, material ini mampu menurunkan transmisi suara hingga 13 dB dengan koefisien peredaman mencapai 0,8—angka yang sudah memenuhi standar nasional peredam akustik.
Dengan performa tersebut, TrunkTone berpeluang besar menembus pasar material bangunan, sekaligus menjawab kebutuhan produk ramah lingkungan.
Prestasi mahasiswa IPB tidak berhenti di sana. Inovasi lain juga hadir dari dua mahasiswa, Shakila Agustin dan Abimanyu Pratama, yang berhasil masuk final dengan Palmlight—lampu tidur berbahan batang sawit.
Keberhasilan ini menunjukkan kreativitas generasi muda Indonesia dalam mengubah tantangan menjadi peluang. Dari limbah yang kerap dianggap masalah, lahirlah produk yang menjanjikan masa depan lebih hijau dan berkelanjutan. (T2)
