InfoSAWIT, MUMBAI – Kementerian Perdagangan RI, melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Chennai, mendorong pelaku usaha India untuk mempererat kerja sama perdagangan dengan Indonesia. Ajakan tersebut disampaikan dalam Forum Jakarta–Mumbai Update (JaMU) 2025 yang berlangsung di kantor Indian Merchants’ Chamber (IMC), Mumbai, India.
Kepala ITPC Chennai, Nugroho Priyo Pratomo, mengatakan potensi peningkatan perdagangan kedua negara masih terbuka lebar. Menurutnya, peluang itu dapat diwujudkan lewat interaksi antarpelaku usaha (business-to-business), kontak antarmasyarakat, serta pemanfaatan jalur budaya dan pariwisata. “Kami mengajak lebih banyak pelaku usaha India untuk menjalin kontak dengan pelaku usaha Indonesia. Sawit, misalnya, merupakan salah satu komoditas utama yang terus mendorong surplus perdagangan Indonesia dengan India,” ujarnya dalam keterangan resmi ditulis InfoSAWIT, Minggu (14/9/2205).
Forum yang diselenggarakan Konsulat Jenderal RI di Mumbai ini dihadiri 148 peserta, terdiri atas pengusaha, akademisi, pejabat pemerintah India, pejabat konsuler, hingga pemerhati Indonesia. Selain membahas perdagangan, forum juga menampilkan sisi budaya Indonesia melalui pameran foto sejarah hubungan Indonesia–India, pojok kuliner Nusantara, selfie wall pacu jalur, hingga pertunjukan tarian tradisional Sumatra Barat.
BACA JUGA: Sinar Mas Agribusiness and Food Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Risiko Kebakaran 2025
Sejumlah tokoh tampil sebagai pembicara, di antaranya Presiden IMC Sunita Ramnathkar, Konsul Jenderal RI Mumbai Edy Wardoyo, Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung, akademisi Universitas Indonesia Evi Fitriani, Direktur IIPC Nova Herlangga Masrie, serta pejabat ekonomi KBRI New Delhi Erry Herjuno. Dari sisi pelaku usaha, Anant Singhania, mantan presiden IMC dan CEO JK Enterprises, berbagi pengalaman lebih dari lima dekade berbisnis di Indonesia. Ia menilai ketersediaan sumber daya alam, termasuk minyak sawit, ditambah dukungan tenaga kerja kompeten dan kebijakan pemerintah, menjadi kunci kelancaran investasinya.
Dalam forum itu, juga diperkenalkan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 yang akan berlangsung 15–19 Oktober 2025 di ICE BSD City, Tangerang. TEI dikenal sebagai ajang dagang terbesar Indonesia, di mana India dalam dua tahun terakhir menjadi negara dengan transaksi terbesar. Pada 2024, delegasi India mencapai 944 peserta dengan total transaksi US$ 7,46 miliar serta 33 nota kesepahaman bisnis yang ditandatangani.
Dari sisi data perdagangan, hubungan Indonesia–India menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari–Juli 2025, total perdagangan kedua negara mencapai US$ 13,66 miliar. Ekspor Indonesia tercatat US$ 10,87 miliar sementara impor dari India US$ 2,79 miliar, sehingga Indonesia menikmati surplus US$ 8,09 miliar. Pada 2024, nilai perdagangan Indonesia–India menembus US$ 26,07 miliar, dengan ekspor utama Indonesia berupa batu bara, minyak kelapa sawit (CPO), serta logam dan produk logam.
BACA JUGA: Wabup Kutim Dorong Riset Bibit Sawit Lokal, Kurangi Ketergantungan pada Sumatera
Dengan dominasi komoditas strategis seperti sawit, forum JaMU 2025 diharapkan memperkuat jejaring bisnis antarpelaku usaha sekaligus menjaga momentum positif hubungan dagang Indonesia–India. (T2)
