Sekretaris Jenderal Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI), Hendra Purba, mengungkapkan besarnya antusiasme masyarakat atas peluncuran buku tersebut. “Hanya dengan persiapan dua bulan, acara ini dihadiri ratusan peserta. Tahun lalu sekitar 500 orang, kali ini lebih dari 800 orang datang hingga sebagian tidak bisa masuk ke ruangan,” ujarnya.
Menurut Hendra, lahirnya buku biografi ini berawal dari pesan pribadi almarhum Gamal Nasir. “Beliau pernah berpesan kepada saya, ‘Pak Hendra, tolong buatkan buku tentang saya, tapi nanti setelah saya sudah tiada.’ Itu diucapkan saat kami sedang mendampingi kunjungan kerja ke Lampung,” kenangnya dengan nada haru.
Hendra menambahkan, sosok Gamal Nasir dikenal dekat dengan petani dan sangat konsisten memperjuangkan kepentingan perkebunan. Salah satu warisannya adalah lahirnya berbagai kebijakan yang mempermudah akses petani terhadap fasilitas pembinaan. “Beliau selalu menekankan bahwa tidak boleh ada alasan bagi pemerintah untuk tidak membantu petani. Prinsip itu yang beliau pegang sampai akhir hayat,” kata Hendra. (T2)
