InfoSAWIT, KUBU RAYA – Sebuah karya biografi bertajuk “Mengembalikan Kejayaan Perkebunan” resmi diluncurkan, mengabadikan perjalanan hidup Gamal Nasir, Direktur Jenderal Perkebunan periode 2010–2016. Buku ini bukan hanya merekam kiprah seorang birokrat, tetapi juga menyingkap kisah perjuangan pribadi almarhum yang tetap berkarya di tengah sakit gagal ginjal yang dideritanya.
Penyusunan buku biografi ini melibatkan lima penulis, termasuk pihak keluarga almarhum. Prosesnya berlangsung selama setahun penuh, sejak wafatnya Gamal Nasir pada 3 September tahun lalu. Dukungan juga datang dari sejumlah tokoh, seperti Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto, Deputi Bidang Karantina Tumbuhan, Badan Karantina Indonesia, Bambang, yang turut memberikan kontribusi dalam penerbitan buku ini.
Peluncuran buku “Mengembalikan Kejayaan Perkebunan” menjadi momen penghormatan atas dedikasi Gamal Nasir. Lebih dari sekadar catatan biografi, buku ini dipandang sebagai inspirasi bagi generasi penerus perkebunan Indonesia untuk terus memperjuangkan sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
BACA JUGA: Kalbar Jadi Tuan Rumah IPOSC ke-5, Sawit Rakyat Ditekankan sebagai Penopang Ekonomi Daerah
Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto, menyampaikan apresiasi dalam peluncuran buku biografi “Mengembalikan Kejayaan Perkebunan” yang mengisahkan perjalanan hidup Gamal Nasir, Dirjen Perkebunan periode 2010–2016.
Dalam sambutannya, Heru menekankan bahwa subsektor perkebunan tetap menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional, bahkan di tengah krisis. “Perkebunan terbukti memberi kontribusi positif, baik secara ekonomi maupun sosial, bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Ia juga mengingat kembali pengalamannya mengenal Gamal Nasir sejak awal karier sebagai CPNS pada 2007. Bagi Heru, sosok Gamal tidak hanya dikenal sebagai birokrat yang berdedikasi, tetapi juga pribadi yang rendah hati, dekat dengan junior, dan penuh humor. “Beliau adalah salah satu putra terbaik Kementerian Pertanian, karyanya sangat besar bagi pengembangan sektor perkebunan,” katanya dalam acara peluncuran buku yang dihadiri InfoSAWIT, Rabu (24/9/2025).
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kaltara Periode September 2025 Naik Rp. 72,16 per Kg
Heru menambahkan, semangat yang diwariskan Gamal Nasir perlu diteruskan oleh generasi muda. Salah satunya melalui upaya meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat, baik sawit, karet, kopi, kakao, maupun kelapa. “Dengan inovasi dan bimbingan yang berkesinambungan, kita bisa membangkitkan kembali kejayaan perkebunan rakyat,” ujarnya.
Peluncuran buku ini, lanjut Heru, menjadi pengingat bahwa perjuangan membangun sektor perkebunan tidak berhenti. “Semoga karya dan dedikasi almarhum mendapatkan balasan terbaik, dan semangat beliau bisa menginspirasi kita semua,” tutupnya.
