Selain kakao, masyarakat juga mengembangkan buah-buahan seperti mangga, kelengkeng, dan jengkol, serta memanfaatkan lahan untuk menanam sayuran hortikultura. Pendekatan agroforestry ini tidak hanya menambah pendapatan, tetapi juga menjadi solusi efektif mencegah deforestasi.
BGA turut mendukung pengelolaan lahan secara berkelanjutan melalui penyediaan bibit, bantuan persiapan lahan, pemupukan, hingga perbaikan akses jalan. Semua langkah tersebut memastikan kegiatan masyarakat tetap produktif tanpa mengorbankan ekosistem hutan.
Kisah kolaborasi antara LPHD dan BGA ini membuktikan bahwa sinergi antara masyarakat dan sektor swasta mampu menciptakan perubahan nyata. Lahan yang dahulu terdegradasi kini tumbuh kembali menjadi ruang kehidupan baru—tempat masyarakat dapat hidup sejahtera sembari menjaga kelestarian alam.
BACA JUGA: Konglomerat Sawit Pantai Gading Jean-Louis Billon Siap Rebut Kursi Presiden
Dari tanah yang sempat kehilangan daya, kini tumbuh harapan hijau. Inisiatif ini menjadi bukti bahwa menjaga hutan berarti menumbuhkan masa depan yang lebih lestari bagi Kalimantan Barat dan Indonesia. (T2)
