SMART SEED 2025: Sinar Mas Agribusiness and Food Dorong Kolaborasi Rantai Pasok Sawit yang Lebih Bertanggung Jawab

oleh -2.375 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Sinar Mas untuk InfoSAWIT/ Ian Suwarganda, Direktur Sustainable Supply and Production saat membuka acara MART SEED Supplier Engagement Forum ke-11.

InfoSAWIT, MEDAN — Upaya membangun industri sawit yang lebih bertanggung jawab kembali ditegaskan Sinar Mas Agribusiness and Food melalui penyelenggaraan SMART SEED Supplier Engagement Forum ke-11, yang berlangsung Selasa (11/11) di Medan, Sumatera Utara. Lebih dari 100 perusahaan pemasok berkumpul bersama pembeli, akademisi, LSM, dan perwakilan internal perusahaan untuk memperkuat komitmen keberlanjutan di seluruh rantai pasok.

Dengan mengusung tema “GAR’s Sustainability Journey: Collective for Impact, Together in Action”, forum tahun ini menyoroti pentingnya bergerak melampaui komitmen tertulis dan berfokus pada aksi nyata yang terukur — mulai dari keterlacakan (traceability), perlindungan lingkungan, hingga pemberdayaan petani.

Dalam pembukaan acara, Ian Suwarganda, Direktur Sustainable Supply and Production, menegaskan bahwa transformasi industri tidak akan tercapai tanpa kolaborasi seluruh pelaku usaha.

BACA JUGA: Penerapan B50 Dinilai Berisiko: Analis Global Ingatkan Potensi Guncangan Fiskal dan Pasar Sawit

“Kami tidak dapat mewujudkan rantai pasok sawit berkelanjutan seorang diri. Perubahan hanya terjadi ketika semua bergerak bersama,” ujarnya dalam keterangan resmi ditulis InfoSAWIT, Minggu (16/11/2025).

“Fokus kami adalah transformasi nyata — keterlacakan penuh, tanpa deforestasi, emisi lebih rendah, dan memastikan petani kecil tidak tertinggal.”

Forum tahun ini juga menjadi ruang bagi perusahaan untuk memaparkan pencapaian keberlanjutan, termasuk perkembangan target dalam kerangka Collective for Impact. Seluruh pemasok kembali diajak memperkuat keselarasan terhadap prinsip No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE).

BACA JUGA: IPOC 2025: Pakar Sawit Dunia Ingatkan, B50 Bisa Jadi Bumerang bagi Indonesia

Sesi pertama forum berfokus pada perkembangan NDPE Implementation Reporting Framework (NDPE IRF), termasuk transisi menuju NDPE IRF 6.0. Model baru ini tidak hanya mengukur penerapan tanpa deforestasi dan perlindungan gambut, tetapi juga memperkuat pelaporan data emisi di seluruh rantai pasok.

Sinar Mas Agribusiness and Food mencatat 99% implementasi NDPE IRF Versi 5.8 pada 2024 dalam kategori Delivering. Perusahaan menargetkan penetapan baseline versi 6.0 pada akhir 2025, meliputi tiga sumber pasokan: area kelola sendiri, perkebunan independen, dan petani swadaya.

Pemasok didorong meningkatkan transparansi data dan mengambil bagian dalam upaya pengurangan emisi, sebagai bagian dari langkah industri menuju rantai pasok sawit rendah karbon.

BACA JUGA: CPOPC Dorong Dialog Konstruktif dengan Uni Eropa, Tekankan Pentingnya Implementasi dan Inklusi dalam Kebijakan Sawit

Sesi kedua membahas isu hak asasi manusia (HAM) dan pemberdayaan petani. Melalui program seperti Sawit Terampil, pelatihan HAM, serta pembaruan Human Rights Due Diligence (HRDD), perusahaan menekankan bahwa keberlanjutan tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga perlindungan hak-hak pekerja dan masyarakat.

Kedua sesi ini menegaskan pesan utama: transformasi industri sawit hanya dapat tercapai melalui kolaborasi, akuntabilitas, dan aksi kolektif.


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com