InfoSAWIT, MEDAN — Upaya membangun industri sawit yang lebih bertanggung jawab kembali ditegaskan Sinar Mas Agribusiness and Food melalui penyelenggaraan SMART SEED Supplier Engagement Forum ke-11, yang berlangsung Selasa (11/11) di Medan, Sumatera Utara. Lebih dari 100 perusahaan pemasok berkumpul bersama pembeli, akademisi, LSM, dan perwakilan internal perusahaan untuk memperkuat komitmen keberlanjutan di seluruh rantai pasok.
Dengan mengusung tema “GAR’s Sustainability Journey: Collective for Impact, Together in Action”, forum tahun ini menyoroti pentingnya bergerak melampaui komitmen tertulis dan berfokus pada aksi nyata yang terukur — mulai dari keterlacakan (traceability), perlindungan lingkungan, hingga pemberdayaan petani.
Dalam pembukaan acara, Ian Suwarganda, Direktur Sustainable Supply and Production, menegaskan bahwa transformasi industri tidak akan tercapai tanpa kolaborasi seluruh pelaku usaha.
BACA JUGA: Penerapan B50 Dinilai Berisiko: Analis Global Ingatkan Potensi Guncangan Fiskal dan Pasar Sawit
“Kami tidak dapat mewujudkan rantai pasok sawit berkelanjutan seorang diri. Perubahan hanya terjadi ketika semua bergerak bersama,” ujarnya dalam keterangan resmi ditulis InfoSAWIT, Minggu (16/11/2025).
“Fokus kami adalah transformasi nyata — keterlacakan penuh, tanpa deforestasi, emisi lebih rendah, dan memastikan petani kecil tidak tertinggal.”
Forum tahun ini juga menjadi ruang bagi perusahaan untuk memaparkan pencapaian keberlanjutan, termasuk perkembangan target dalam kerangka Collective for Impact. Seluruh pemasok kembali diajak memperkuat keselarasan terhadap prinsip No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE).
BACA JUGA: IPOC 2025: Pakar Sawit Dunia Ingatkan, B50 Bisa Jadi Bumerang bagi Indonesia
Sesi pertama forum berfokus pada perkembangan NDPE Implementation Reporting Framework (NDPE IRF), termasuk transisi menuju NDPE IRF 6.0. Model baru ini tidak hanya mengukur penerapan tanpa deforestasi dan perlindungan gambut, tetapi juga memperkuat pelaporan data emisi di seluruh rantai pasok.
Sinar Mas Agribusiness and Food mencatat 99% implementasi NDPE IRF Versi 5.8 pada 2024 dalam kategori Delivering. Perusahaan menargetkan penetapan baseline versi 6.0 pada akhir 2025, meliputi tiga sumber pasokan: area kelola sendiri, perkebunan independen, dan petani swadaya.
Pemasok didorong meningkatkan transparansi data dan mengambil bagian dalam upaya pengurangan emisi, sebagai bagian dari langkah industri menuju rantai pasok sawit rendah karbon.
Sesi kedua membahas isu hak asasi manusia (HAM) dan pemberdayaan petani. Melalui program seperti Sawit Terampil, pelatihan HAM, serta pembaruan Human Rights Due Diligence (HRDD), perusahaan menekankan bahwa keberlanjutan tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga perlindungan hak-hak pekerja dan masyarakat.
Kedua sesi ini menegaskan pesan utama: transformasi industri sawit hanya dapat tercapai melalui kolaborasi, akuntabilitas, dan aksi kolektif.
