Keputusan tersebut juga disertai mandat bagi Sekretariat RSPO untuk menyediakan pelatihan resmi bagi anggota—bukan hanya untuk auditor, tetapi juga untuk perusahaan yang memerlukan pendampingan tambahan.
Dengan tanggal efektif baru, P&C RSPO 2024 akan dapat diaudit menggunakan Sistem Sertifikasi RSPO yang telah direvisi mulai 14 Mei 2026. Hingga saat itu, unit sertifikasi P&C (baik pabrik maupun pemasok) masih akan mengacu pada standar RSPO 2018.
Petani Swadaya Melangkah Lebih Dulu
Menariknya, justru petani kecil yang melangkah lebih cepat. RISS 2024 mulai berlaku sejak 13 November 2025, menandai bahwa kelompok petani swadaya telah siap menjalankan standar baru tanpa perlu masa penundaan.
BACA JUGA: Tak Ada Persepsi Negatif di Eropa, Sawit sebagai Bahan Baku SAF, Klaim Petinggi Malaysia
Kesiapan ini sekaligus memperlihatkan perubahan arah yang lebih positif: petani bukan lagi sekadar objek dalam rantai pasok, tetapi aktor penting yang mampu memenuhi standar global. Dengan dukungan kelompok, pendampingan teknis, serta ekosistem pelatihan dan hibah yang terus berkembang, petani swadaya kini memiliki fondasi yang lebih kuat untuk meraih akses pasar premium dan keberlanjutan jangka panjang.
Dalam konteks ini, keputusan RSPO bukan hanya menghadirkan standar baru, tetapi juga membuka ruang bagi petani kecil untuk mengambil peran lebih besar dalam industri sawit berkelanjutan. Sebuah langkah maju yang patut diapresiasi—terutama bagi para petani yang telah membuktikan bahwa mereka siap, tangguh, dan semakin profesional. (T1)
