InfoSAWIT, JAKARTA — Di tengah dinamika perubahan standar keberlanjutan global, para petani sawit swadaya justru memperlihatkan ketangguhan dan kesiapan yang patut diapresiasi. Saat standar Prinsip dan Kriteria (P&C) RSPO untuk perusahaan resmi ditunda hingga 31 Mei 2026, standar untuk petani kecil justru tetap melaju dengan penuh keyakinan Standar Pekebun Swadaya RSPO 2024 atau RSPO Independent Smallholder Standard (RISS) 2024
Kepala Sekretariat Fortasbi, Rukaiyah Rafik, menilai kondisi ini sebagai sinyal positif bahwa petani swadaya semakin matang dalam mengadopsi praktik keberlanjutan. “Ini bukti petani swadaya lebih siap dengan perubahan standar yang lebih kuat dan kredibel,” kata perempuan yang akrab disapa Uki kepada InfoSAWIT, Rabu (26/11/2025).
Pada November 2025, Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) resmi mengesahkan standar keberlanjutan terbaru khusus bagi petani sawit rakyat. Peluncuran standar berjudul RSPO Independent Smallholder Standard (RISS) 2024 ini menjadi tonggak penting dalam upaya menghadirkan sertifikasi yang lebih mudah, lebih terjangkau, dan lebih relevan dengan kebutuhan petani kecil.
BACA JUGA: 6 Buyer Minyak Sawit Berkelanjutan Petani Sawit Fortasbi, Peroleh Apresiasi
Berbeda dari regulasi sebelumnya yang kerap dianggap rumit, RISS 2024 disusun dengan pendekatan yang lebih pragmatis. Persyaratan dibuat lebih ringkas, instruksi lebih jelas, dan peran manajer kelompok diperkuat agar pendampingan petani dapat berjalan lebih efektif.
Standardisasi ini tetap berpegang pada tiga pilar dampak RSPO—People, Planet, Prosperity—sembari mengadopsi kerangka RSPO Theory of Change sebagai pondasi. Harapannya, petani dapat meningkatkan produktivitas, mengelola lahan secara lebih baik, sekaligus mendapatkan akses pasar yang lebih luas.
Tidak berhenti di standar, RSPO juga mengintegrasikan RISS 2024 dengan berbagai perangkat pendukung yang selama ini dirancang untuk memperkuat kapasitas petani. Mulai dari Smallholder Trainer Academy (STA) untuk pelatihan teknis, RSPO Smallholder Support Fund (RSSF) sebagai jalur pendanaan, hingga Smallholder Engagement Platform (RSEP) sebagai forum kolaborasi dan berbagi pengalaman.
BACA JUGA: RSPO Resmi Tetapkan Standar Keberlanjutan Baru untuk Petani Sawit Rakyat
“Keseluruhan sistem ini diharapkan dapat membekali petani dengan keterampilan, dukungan modal, dan jejaring yang mereka butuhkan untuk berkembang,” tulis RSPO dalam keterangannya yang dikutip InfoSAWIT, Rabu (26/11/2025).
Standar Perusahaan Ditunda
Di sisi lain, pada Sidang Umum RSPO ke-22 (GA22) pada 5 November 2025, para anggota RSPO menyetujui penundaan penerapan wajib P&C RSPO 2024 dengan mayoritas suara 58,94%. Penundaan enam bulan ini memberi waktu bagi perusahaan untuk menyesuaikan proses internal dan memahami peningkatan standar yang cukup signifikan.
