IPS Gelar Pertemuan Teknis Sawit di Sumsel: Targetkan Lompatan Produktivitas Sawit

oleh -1.800 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Ketum IPS, Jamalul saat memberikan pidato pembuka pada Pertemuan Teknis Kebun dan Pabrik Kelapa Sawit bertema “Kiat Sukses Meningkatkan Produktivitas Sawit”, di Palembang, Selasa (9/12/2025).

InfoSAWIT, PALEMBANG Indonesian Planters Society (IPS) kembali menegaskan perannya sebagai salah satu motor penggerak peningkatan kapasitas sumber daya manusia di industri sawit nasional. Melalui Pertemuan Teknis Kebun dan Pabrik Kelapa Sawit bertema “Kiat Sukses Meningkatkan Produktivitas Sawit” yang digelar di Sumatera Selatan, organisasi ini memperlihatkan komitmen kuatnya terhadap praktik budidaya dan pengelolaan pabrik yang semakin profesional dan berkelanjutan.

Ketua Umum IPS, Jamalul, memaparkan bahwa produksi minyak sawit mentah (CPO) Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai 46–47 juta ton. Angka tersebut setara dengan 58% dari produksi global yang mencapai 80,3 juta ton, sementara Indonesia dan Malaysia secara kolektif memasok hingga 87% kebutuhan dunia. “Indonesia sudah dikenal sebagai produsen CPO terbesar dunia. Karena itu, IPS secara konsisten mengadakan seminar dan pertemuan teknis agar keberlanjutan produksi CPO tetap terjaga,” ujarnya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Selasa (9/12/2025).

Jamalul juga mengingatkan pentingnya memahami dinamika regulasi global yang memengaruhi perdagangan sawit. Menurutnya, berbagai kebijakan seperti RSPO maupun EU Deforestation Regulation (EUDR) tidak seharusnya dilihat sebagai penghambat. “Bagi saya, regulasi itu tidak perlu menjadi momok. Namun kita juga harus memahami bahwa aturan tersebut bisa menjadi strategi dagang. Indonesia telah menghadirkan standardisasi sendiri melalui ISPO agar industri sawit tetap berdaulat dan berdaya saing,” tegasnya.

BACA JUGA: Membuka Peluang Baru: Minyak Asam Sawit Kian Dilirik Pasar Eropa

IPS, yang berdiri pada 2018 di Jakarta, kini menjadi wadah bagi seluruh sumber daya manusia di perkebunan tanaman keras, terutama kelapa sawit—mulai dari karyawan kebun, mandor, asisten, manajer, general manager, CEO, hingga pemilik kebun. Melalui jaringan keanggotaan yang luas, IPS berharap dapat memperkuat ruang diskusi dan pertukaran pengetahuan bagi para praktisi perkebunan.

“Tujuan IPS adalah agar semua anggota bisa saling bertukar pikiran dan mendapatkan edukasi. IPS hadir untuk bisa saling bertukar pendapat serta mendapatkan pengetahuan baru,” tambah Jamalul.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Perkebunan Sumatera Selatan, Dian Eka Putra, menyoroti masih rendahnya produktivitas sawit rakyat di wilayah tersebut. Produktivitas rata-rata baru mencapai 3,4 ton per hektar per tahun—gap yang cukup besar dibandingkan potensi ideal.

BACA JUGA: Petani Sawit Swadaya Perkuat Mitigasi Iklim, FORTASBI Dorong Praktik Rendah Karbon

Menurut Dian, kesenjangan produktivitas itu harus segera dijembatani melalui peningkatan praktik budidaya dan ketersediaan benih unggul. Karena itu, ia menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Sumatera Selatan sebagai tuan rumah acara IPS.

“Kami merasa tersanjung dipilihnya Sumsel sebagai tempat acara. Pertemuan teknis seperti ini sangat penting untuk memperkaya wawasan dan menjadi ruang berbagi solusi konkret,” katanya.

Sejak 2017, Sumatera Selatan telah menjalankan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang telah membantu lebih dari 30.000 pekebun. Berbagai survei menunjukkan adanya peningkatan produktivitas setelah program berjalan. Namun, meningkatnya permintaan sawit baik untuk ekspor maupun kebutuhan domestik membuat upaya peningkatan produktivitas harus terus berlanjut. “Industri sawit sangat dinamis. Pertemuan seperti ini penting untuk menguatkan wawasan dan menemukan solusi praktis untuk meningkatkan produktivitas,” tutup Dian.

BACA JUGA: Pemerintah Hentikan Operasional Tiga Perusahaan di Hulu Batang Toru, Audit Lingkungan Wajib Dimulai

Selain sesi diskusi dan paparan teknis, agenda pertemuan juga dilengkapi dengan field trip ke kebun Sampoerna. Para peserta diajak melihat langsung praktik pembibitan, penanaman, serta manajemen kebun yang dinilai dapat menjadi acuan bagi peningkatan produksi sawit rakyat maupun perusahaan. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com