InfoSAWIT, PALEMBANG — Maraknya pabrik kelapa sawit (PKS) tanpa kebun inti kembali menjadi perhatian dalam keberlanjutan industri sawit di Sumatra Selatan (Sumsel). Kapolda Sumsel Irjen Pol. Andi Rian R. Djajadi mengungkapkan, saat ini terdapat 31 pabrik sawit di provinsi tersebut yang beroperasi tanpa memiliki kebun inti sebagai sumber pasokan tetap.
PKS-PKS itu tersebar di sejumlah kabupaten: Banyuasin (6 perusahaan), Muara Enim (6), Musi Rawas (5), Musi Banyuasin (5), Ogan Komering Ilir (3), Musi Rawas Utara (2), serta masing-masing 1 pabrik di OKU Timur, Empat Lawang, Ogan Ilir, dan OKU.
“Secara legalitas mereka memang memiliki izin. Tetapi persoalannya, jaminan suplai berdasarkan kepemilikan kebun tidak ada,” ujar Andi Rian dalam rapat koordinasi penanganan gangguan usaha perkebunan sawit di Sumsel, Selasa lalu.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Withdraw Pada Rabu (10/12), Stok CPO Malaysia Melonjak
Persaingan Tidak Sehat & Potensi TBS Ilegal
Keberadaan banyak PKS tanpa kebun inti dinilai menimbulkan persaingan tidak sehat dalam perebutan tandan buah segar (TBS), bahan baku utama crude palm oil (CPO). Kondisi itu juga mendorong munculnya praktik-praktik melawan hukum.
“Pabrik yang tidak punya kepastian pasokan berpotensi menjadi bagian dari rantai minyak alternatif atau ram sawit, yang sering menjadi tempat transaksi TBS ilegal hasil pencurian,” ujarnya, dilansir InfoSAWIT dari Bisnis.com, Kamis (11/12/2025).
Berdasarkan pergerakan produksi TBS di Sumsel, Andi menyebut aliran minyak dari ram sawit diperkirakan mencapai 40.000 ton per hari — angka yang menggambarkan besarnya perputaran TBS di luar jalur resmi.
BACA JUGA: Perkebunan Sawit di Bogor Terpantau Seluas 3.9000 ha
Kapolda juga menyoroti meningkatnya tindak pencurian TBS sawit. Sepanjang 2025, terdapat 373 kasus, dengan sebaran tertinggi di Musi Banyuasin (133 kasus) dan Musi Rawas (113 kasus).
“Dari keseluruhan kasus, sebanyak 262 berhasil diselesaikan dengan penetapan 456 tersangka,” jelasnya.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengakui bahwa tingginya angka pencurian TBS dapat memengaruhi iklim investasi kebun sawit di wilayahnya.
BACA JUGA: Upaya Planters Mendongkrak Produktivitas Sawit untuk Indonesia
“Oh iya, bisa saja investor takut kalau buah sawitnya diambil. Tapi sekarang ini, maling itu karena apa? Karena ingin kaya atau karena urusan perut?” ujarnya.
