InfoSAWIT, JAKARTA – Emiten perkebunan kelapa sawit PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) kembali memperkuat struktur pendanaannya. Perseroan yang kini berada di bawah kendali Keluarga Fangiono tersebut memperoleh fasilitas kredit jumbo senilai Rp4,85 triliun dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Direktur sekaligus Corporate Secretary ANJT, Hilman Lukito, dalam keterbukaan informasi, dikutip Minggu (21/12/2025), mencatat bahwa perjanjian fasilitas kredit berupa term loan itu telah ditandatangani pada Jumat (19/12/2025).
Fasilitas kredit tersebut akan dimanfaatkan oleh empat anak usaha ANJT dengan plafon berbeda-beda. Rinciannya, PT Sahabat Mewah dan Makmur memperoleh limit Rp1,64 triliun, PT Kayung Agro Lestari sebesar Rp1,39 triliun, PT Austindo Nusantara Jaya Agri senilai Rp760 miliar, serta PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais sebesar Rp1,06 triliun.
BACA JUGA: MPOC Perkirakan Harga CPO Bergerak Terbatas pada Januari 2026, Stok Tinggi Menekan Pasar
Hilman menjelaskan, fasilitas kredit tersebut dikenakan bunga sebesar 7,5 persen per tahun dengan jangka waktu hingga 19 Maret 2037. Dana ini diharapkan dapat menopang kebutuhan pembiayaan jangka panjang grup usaha.
“Transaksi material ini dilakukan untuk mendukung pengelolaan keuangan dan kebutuhan operasional grup usaha secara lebih optimal dan efisien,” catat Hilman dilansir InfoSAWIT dari Emitennews, Senin (22/12/2025).
Nilai fasilitas kredit tersebut tergolong sebagai transaksi material. Pasalnya, nilainya melampaui 50 persen dari total ekuitas perseroan per Desember 2024 yang tercatat sebesar US$391,89 juta atau setara sekitar Rp6,54 triliun.
BACA JUGA: Viral Video Gajah Tumbangkan Pohon Sawit, Jadi Perhatian Konflik Satwa dan Perkebunan
Sebelumnya, ANJT juga telah mengamankan fasilitas kredit lain senilai Rp1,6 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada Mei 2025. Fasilitas tersebut memiliki tingkat bunga 7 persen per tahun dengan tenor hingga 12 Agustus 2026.
Sebagai informasi, ANJT resmi diakuisisi oleh First Resources Limited, entitas yang dimiliki Keluarga Fangiono, pada Mei 2025. Setelah menyelesaikan proses tender wajib pada September 2025, First Resources kini menguasai 95,92 persen saham ANJT.
Meski demikian, perseroan masih memiliki pekerjaan rumah. ANJT diberi waktu maksimal dua tahun untuk memenuhi ketentuan free float minimal 7,5 persen agar tetap tercatat di Bursa Efek Indonesia, seiring dengan penguatan struktur kepemilikan dan ekspansi bisnis pasca-akuisisi. (T2)
