InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) ditetapkan Rp. 14.401/kg pada Senin (12/1/2026), dengan demikian harga CPO tercatat turun Rp. 10/kg atau turun sekitar 0,07% dibandingkan harga CPO pada Jumat (9/12/2025) yang mencapai Rp. 14.411/Kg.
Dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, harga CPO Franco Dumai ditetapkan Rp. 14.401/Kg. Harga FOB Talang Duku ditetapkan Rp. 14.201/Kg. Harga Franco Teluk Bayur ditetapkan Rp. 14.271/Kg.
Sementara, dilansir Reuters, pergerakan harga kontrak berjangka minyak sawit Malaysia diperkirakan masih berada di bawah tekanan dalam waktu dekat. Penyebabnya, produksi yang bertahan lebih tinggi dari perkiraan—terutama di Malaysia—telah mendorong penumpukan stok di pasar, kata analis industri Dorab Mistry.
BACA JUGA: Dorong CEPA 2027, Indonesia–Pakistan Percepat Negosiasi Dagang dan Perkuat Pasar Sawit
Kontrak acuan minyak sawit untuk pengiriman Maret di Bursa Malaysia Derivatives Exchange (BMD) ditutup pada level 4.043 ringgit per ton pada Jumat lalu. Level ini muncul setelah harga sempat menyentuh titik terendah dalam lebih dari enam bulan pada Desember.
“Kontrak berjangka sawit di BMD sedang berada di bawah tekanan. Investor dana sudah keluar dari pasar. Kelemahan ini kemungkinan bertahan sampai produksi benar-benar menurun,” ujar Mistry dalam sebuah konferensi industri di Karachi, Pakistan, Sabtu.
Padahal, pada November lalu Mistry sempat memperkirakan harga minyak sawit bisa melonjak hingga 5.500 ringgit per ton pada periode Januari–Maret. Proyeksi tersebut didasarkan pada asumsi Indonesia akan mengambil alih lebih banyak perkebunan sawit dan bergerak menuju implementasi campuran biodiesel 50 persen (B50).
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumsel Periode I-Januari 2026 Naik Rp 13,37 per Kg
Namun, pandangan optimistis itu kini berubah. Menurut Mistry, produksi minyak sawit global justru meningkat sekitar 1 juta ton lebih tinggi dari perkiraan awal. Pada saat yang sama, persediaan melonjak dan permintaan biofuel mengecewakan, terutama dari Amerika Serikat.
Di Malaysia—produsen minyak sawit terbesar kedua dunia—stok minyak sawit kini diperkirakan akan menembus 3 juta ton metrik. Angka ini jauh di atas proyeksi sebelumnya yang hanya sekitar 2 juta ton, seiring produksi yang tetap kuat sejak Oktober lalu.
Berikut Tender KPBN (Rp.Kg), Excld PPN pada Senin (12/1/2026):
BACA JUGA: Dari Sawit ke Investasi Hilir, Indonesia Tawarkan Kemitraan Lebih Luas dengan Pakistan
CPO_____
Franco Dumai Rp. 14.401-EUP
FOB Talang Duku Rp. 14.201-MM
Franco Teluk Bayur Rp. 14.271-WIRA
(T2)
