InfoSAWIT, JAKARTA – Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti melakukan kunjungan kerja ke fasilitas PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (PT SMART Tbk) di Marunda, Jakarta Utara, Senin (26/1). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperdalam pemahaman terhadap kesiapan industri sawit nasional dalam memenuhi tuntutan pasar global.
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari lawatan Wamendag Roro ke Pakistan beberapa waktu lalu, termasuk keikutsertaan Indonesia dalam The 8th Pakistan Edible Oil Conference (PEOC) 2026. Forum itu membuka ruang dialog dengan pelaku industri dan pemangku kepentingan setempat terkait peluang dan tantangan perdagangan minyak nabati.
Dalam kunjungannya, Wamendag Roro menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh atas proses bisnis industri sawit, penerapan prinsip keberlanjutan dan ketertelusuran (traceability), sistem sertifikasi, hingga standar produksi yang diterapkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor, khususnya Pakistan. Menurutnya, aspek-aspek tersebut menjadi kunci dalam menjaga daya saing produk sawit Indonesia di tengah meningkatnya tuntutan pasar internasional.
BACA JUGA: Dari Kuala Lumpur ke Bali, Sawit Diburu Pasar dan Dikejar Regulasi
Dilansir InfoSAWIT dari FB Kementerian Perdagangan, Selasa (27/1/2026), Wamendag juga menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan tata kelola ekspor kelapa sawit. Langkah yang ditempuh antara lain penyederhanaan prosedur ekspor, penguatan sistem traceability, serta dorongan penerapan praktik usaha yang berkelanjutan di seluruh rantai pasok.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Direktur Ekspor Produk Industri dan Pertambangan Andri Gilang Nugraha, Direktur Perundingan Bilateral Danang Prasta Danial, serta Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Miftah Farid. Kehadiran para pejabat ini menegaskan sinergi lintas unit di Kementerian Perdagangan dalam mendorong ekspor sawit yang berdaya saing dan berkelanjutan. (T2)
