Kompleksitas tata kelola, banyaknya institusi yang terlibat, inkonsistensi kebijakan, serta keterbatasan infrastruktur—terutama pelabuhan ekspor yang masih terkonsentrasi di Belawan dan Dumai—turut menekan daya saing industri sawit nasional.
Merespons berbagai tantangan tersebut, pemerintah bersama pelaku industri mulai mengarahkan perbaikan pada penguatan fondasi sektor sawit. Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjadi salah satu langkah utama, disertai percepatan sertifikasi ISPO bagi perkebunan rakyat serta penguatan riset dan pengembangan dari hulu ke hilir. Langkah-langkah ini diharapkan mampu mendorong industri sawit yang lebih produktif, bernilai tambah, dan sejalan dengan tuntutan keberlanjutan global.
Menutup diskusi, Policy and Program Director Prasasti Piter Abdullah menegaskan bahwa forum Prasasti Insight merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat arah kebijakan industri sawit nasional. Melalui dialog lintas pemangku kepentingan, Prasasti berharap perumusan kebijakan ke depan dapat lebih terintegrasi, berbasis bukti, serta mampu menjawab tantangan perubahan iklim dan standar tata kelola global. (T2)
