“DMO sebaiknya diposisikan sebagai kewajiban domestik yang bersifat tegas (domestic-first obligation), yaitu produsen wajib menyediakan volume tertentu di dalam negeri dengan harga yang ditetapkan, tanpa bergantung pada keputusan ekspor,” jelasnya.
Untuk menjaga insentif produsen, Eugenia juga mengusulkan mekanisme berbasis kinerja. Dalam skema ini, rasio DMO terhadap ekspor dapat dibuat lebih fleksibel, di mana produsen dengan kinerja produksi dan ekspor yang baik mendapatkan rasio DMO lebih rendah.
“Dengan demikian, DMO tetap relevan dalam era B50, tetapi memerlukan reformulasi agar tidak hanya berfungsi sebagai alat pengendalian pasokan, melainkan juga sebagai instrumen yang mendorong peningkatan produksi dan menjaga keseimbangan antara kebutuhan domestik dan ekspor,” pungkasnya. (T2)
