Asosiasi tersebut menilai penurunan impor minyak sawit olahan mencerminkan keberhasilan kebijakan pemerintah dalam mendukung industri penyulingan domestik, meningkatkan nilai tambah, serta menciptakan lapangan kerja.
Perubahan pola impor juga terlihat dari komposisi minyak mentah dan minyak olahan yang masuk ke India. Selama tujuh bulan pertama tahun pemasaran berjalan, porsi impor minyak olahan turun drastis menjadi hanya 3 persen, dari sebelumnya 16 persen. Sebaliknya, pangsa impor minyak mentah meningkat menjadi 97 persen, dibandingkan 84 persen pada periode yang sama tahun lalu.
SEA juga menyoroti masih tingginya impor minyak olahan dari Nepal. Negara tersebut memperoleh fasilitas bea masuk nol persen dalam kerangka South Asian Free Trade Area (SAFTA) untuk ekspor ke India.
BACA JUGA: CPOPC Dorong Generasi Muda Jadi Duta Informasi Sawit Berkelanjutan
Peningkatan impor minyak kedelai India dan perubahan kebijakan tarif ini diperkirakan akan terus memengaruhi dinamika perdagangan minyak nabati global, termasuk prospek ekspor minyak sawit dari negara produsen utama seperti Indonesia dan Malaysia. (T2)
