Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan PublicInvest Research ketika memperkirakan prospek harga CPO pada semester II tahun ini.
Siklus Pendapatan Industri Sawit Mulai Menguat
PublicInvest Research juga menilai sektor sawit Malaysia mulai memasuki fase awal dari siklus pertumbuhan pendapatan yang kuat. Salah satu indikatornya terlihat dari kenaikan rata-rata harga CPO pada kuartal II 2026.
Harga rata-rata CPO Malaysia pada kuartal II 2026 mencapai RM4.523 per ton, meningkat dari RM4.071 per ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 12-18 Agustus 2026 Turun Rp61,74 per Kg
Kenaikan harga tersebut terjadi meski produksi CPO Malaysia selama kuartal II 2026 turun 7,1% secara tahunan menjadi sekitar 4,7 juta ton.
Dengan kombinasi harga jual yang lebih tinggi, potensi risiko penurunan hasil panen akibat El Niño serta pertumbuhan permintaan ekspor di sejumlah pasar, PublicInvest Research melihat prospek pendapatan industri sawit Malaysia masih relatif positif pada paruh kedua 2026.
Perkembangan produksi, cuaca, persediaan dan ekspor akan menjadi sejumlah faktor utama yang menentukan arah harga CPO Malaysia hingga akhir tahun. (T2)
