Memasuki semester kedua 2026, Bumitama melihat pasar minyak nabati masih memiliki sejumlah faktor pendukung.
Salah satunya berasal dari peningkatan permintaan minyak sawit domestik seiring penerapan kebijakan biodiesel B50 di Indonesia. Kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan penyerapan minyak sawit di pasar domestik.
Pada saat yang sama, pasar minyak nabati global menghadapi potensi pengetatan pasokan. Volatilitas pasar energi akibat gangguan pasokan yang berkaitan dengan perkembangan geopolitik juga menjadi faktor yang dapat memengaruhi pergerakan harga komoditas.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Diproyeksi Tetap Kuat pada Semester II 2026 Meski Stok Naik
Bagi Bumitama, kombinasi peningkatan produktivitas dan potensi dukungan pasar tersebut menjadi modal untuk mempertahankan kinerja bisnis CPO hingga akhir 2026. (T2)
