“Pelatihan ini menjadi penyejuk dahaga para pekebun atas tuntutan ISPO yang harus dilakukan. Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap pekebun semakin siap untuk memenuhi persyaratan dan menuju sertifikasi ISPO,” ujarnya.
Bagi pekebun swadaya, perjalanan menuju sertifikasi memang tidak hanya berkaitan dengan pemahaman terhadap standar. Berbagai aspek lain juga harus dipersiapkan, mulai dari legalitas lahan, penguatan kelembagaan, penerapan praktik budidaya yang baik, pengelolaan lingkungan, hingga pemenuhan dokumen dan persyaratan lainnya.
Senior Master Trainer ISPO Koompasia, Salmon Jefri Hutagalung, menjelaskan metode pembelajaran dirancang agar materi dapat lebih mudah dipahami oleh para pekebun.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik pada Selasa (18/8), Harga CPO di Bursa Malaysia Menguat
Peserta tidak hanya menerima paparan teori di dalam kelas, tetapi juga dilibatkan dalam diskusi interaktif, praktik pembelajaran, hingga kegiatan lapangan untuk melihat langsung penerapan prinsip-prinsip ISPO.
“Pelatihan ini dirancang dengan pendekatan yang mudah dipahami oleh pekebun dalam pemenuhan prinsip dan kriteria ISPO. Peserta tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga mengikuti diskusi interaktif, praktik di kelas, serta praktik lapang,” jelas Salmon.
Melalui praktik lapangan, peserta memperoleh kesempatan untuk melihat penerapan tata kelola perkebunan berkelanjutan pada lembaga pekebun yang telah menjalankan prinsip-prinsip sesuai standar ISPO. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mempersempit jarak antara materi yang dipelajari dengan persoalan nyata yang dihadapi pekebun di lapangan.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumbar Periode II Agustus 2026 Naik Rp10,79 per Kg
Salah seorang peserta, Udut Parulian Berutu, mengaku memperoleh pemahaman yang lebih baik setelah mengikuti pelatihan tersebut. Ia mengatakan materi yang diberikan membantu peserta memahami tahapan dan persiapan yang perlu dilakukan oleh lembaga pekebun menuju sertifikasi ISPO.
“Setelah mengikuti pelatihan ini, pemahaman saya terkait ISPO semakin meningkat. Saya juga berkomitmen untuk menuntaskan proses sertifikasi ISPO, setidaknya pada lembaga pekebun yang saya ketuai,” ungkapnya. (T2)
