SVOC 2026 di Shanghai Soroti Inovasi dan Ketahanan Rantai Pasok Minyak Nabati

oleh -215 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. CPOPC/Sekretaris Jenderal CPOPC, Izzana Salleh, bersama sejumlah Senior Official dan perwakilan negara anggota CPOPC di konferensi ke-4 minyak nabati dunia, SVOC, di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok.

Lifeng Fang dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) bertindak sebagai moderator, sedangkan Yu Xin dari WWF China menjadi penanggap utama.

Diskusi tersebut turut menyoroti peran Tiongkok dalam memfasilitasi perdagangan minyak nabati berkelanjutan, memperluas akses pasar, dan memperkuat transparansi rantai pasok lintas komoditas.

 

Kebijakan Hijau dan Dinamika Pasar Jadi Tantangan

Sesi kedua, “Building Competitive and Resilient Vegetable Oil Value Chains amid Evolving Policies, Standards and Market Demand”, membahas bagaimana perubahan kebijakan, regulasi, dan persyaratan pasar memengaruhi negara produsen maupun konsumen.

BACA JUGA: 31 Pekebun Sawit Sulbar Dibekali Keterampilan Pemetaan Digital

Pembahasan mencakup kebijakan biodiesel B50 Indonesia, pengembangan biofuel berbasis sawit di Malaysia, serta upaya Republik Demokratik Kongo dan Papua Nugini dalam memperkuat rantai nilai minyak sawit dan mendukung petani kecil.

Sesi tersebut menghadirkan Wang Xin dari Foreign Environmental Cooperation Center (FECO), Kementerian Ekologi dan Lingkungan Hidup Tiongkok; Yang Junyi dari World Resources Institute China; Dr. Dadan Kusdiana, Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Republik Indonesia; serta Dr. Mohd Hefni Rusli, Wakil Direktur Jenderal bidang Riset dan Pengembangan Malaysian Palm Oil Board (MPOB).

Perspektif negara produsen juga disampaikan Monique Gieskes, CEO Plantations et Huileries du Congo (PHC), Republik Demokratik Kongo, dan Kepson Pupita, Sekretaris Jenderal Oil Palm Industry Corporation (OPIC) Papua Nugini.

BACA JUGA: ESDM Periksa Kebun Sawit yang Diduga Jalankan Usaha Tambang di Luar Izin

Langlang Tata Buana dari Proforest membahas bagaimana kebijakan dan standar memengaruhi praktik di sepanjang rantai pasok, sementara Li Sifan dari China Chamber of Commerce of Import and Export of Foodstuffs, Native Produce and Animal By-products (CFNA) menjadi penanggap utama.

Melalui penyelenggaraan SVOC, CPOPC berupaya memperkuat dialog antara negara produsen dan konsumen, pelaku industri, lembaga riset, serta mitra keberlanjutan.

Ke depan, forum ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang pertukaran pandangan, tetapi juga menghasilkan kerja sama konkret dalam meningkatkan produktivitas, memperkuat transparansi, dan membangun rantai pasok minyak nabati yang lebih berkelanjutan serta berdaya saing global. (T2)

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com