Lebih lanjut tutur Amanda, produk inovasi mikro–nano selulosa tersebut memiliki nilai jual yang tinggi dan bermanfaat serta dapat diaplikasikan di berbagai bidang, seperti teknologi lingkungan, otomotif, elektronika, energi, dan juga biomedika.
Diketahui, selulosa merupakan salah satu komponen terbesar dalam limbah biomassa yang memiliki potensi besar untuk dapat diisolasi dan dikembangkan menjadi produk inovasi mikro–nano selulosa. Berbagai aplikasi penggunaan material selulosa ini, telah dan terus dikembangkan diantaranya adalah sebagai material insulasi gedung, produk nanopaper untuk substrat elektronika, super adsorben untuk pengolahan air tercemar, termoplastik elastomer untuk bantalan jembatan, serat antimikroba untuk biomedik, dan substrat fuel cell untuk energi terbarukan.
Amanda yang merupakan Peneliti Ahli Madya pada Pusat Riset Kimia BRIN inj juga telah berhasil merintis kerja sama yang melibatkan tiga entitas penting yaitu universitas, instansi pemerintah dan industri, guna mewujudkan produk inovasi pengembangan teknologi biorefinery terintegrasi.
BACA JUGA: Momentum Harga Sawit yang Terlewat
Bahkan, Amanda dan tim telah memproduksi mikro selulosa skala komersial 1 ton dari limbah perkebunan kelapa sawit dengan pihak PT Mandiri Palmera Agrindo, kabarnya kerjasama ini akan berlanjut dengan pembangunan pabrik skala besar di Luwuk, Sulawesi.
Lebih Lengkap Baca Majalah InfoSAWIT Edisi Maret 2022
