InfoSAWIT, JAKARTA – Tidak dapat dipungkiri bahwa kampanye negatif kelapa sawit berhubungan dengan perdagangan minyak nabati dunia. Terdapat beberapa isu yang sering diangkat pada kampanye negatif kelapa sawit diantaranya tentang deforestrasi karena alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit, hilangnya habitat, isu kesehatan, isu perubahan iklim, dan beberapa isu yang memojokkan lain.
Diungkapkkan Senior Vice President Communication and Public Affairs PT. Astra Agro Lestari Tbks (AAL), Tofan Mahdi, kelapa sawit merupakan satu-satunya komoditas unggulan perkebunan yang memberikan sumbangan bagi devisa negara Indonesia yang mencapai 25% dari APBN negara Indonesia.
Minyak kelapa sawit dianggap ancaman bagi minyak nabati lainnya seperti minyak bunga matahari, minyak jagung, minyak zaitun, atau dari rapeseed. Kelapa sawit memiliki produktivitas tertinggi jika dibandingkan dengan komoditas minyak nabati yang lain. Untuk menghasilkan jumlah minyak yang sama kelapa sawit memerlukan luas area yang lebih sempit daripada jenis sumber minyak nabati yang lain. “Selain itu kelapa sawit bersifat sustainable karena merupakan tanaman tahunan yang dapat berproduksi selama 25 tahun lamanya,” katanya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT Sabtu (17/9/2022).
BACA JUGA: Awalnya Dianggap Tak Waras, Kala Kembangkan Burung Hantu Di Kebun Sawit
Namun yang sangat disayangkan, di dunia maya seperti di sosial media seperti Twitter masih banyak pemberitaan yang memojokkan kelapa sawit dan masih sangat sedikit yang membalas isu tersebut dengan kampanye positif untuk membuka fakta-fakta positif di bidang perkebunan kelapa sawit. Hal ini bisa jadi karena anak muda Indonesia belum tergerak untuk aktif dalam diskusi global saat membahas kelapa sawit karena pada umumnya menggunakan bahasa inggris.
Tofan pun mengajak seluruh mahasiswa INSTIPER untuk bergabung melawan kampanye negatif kelapa sawit. “Mari kita ceritakan bahwa perkebunan kelapa sawit di Indonesia telah memperhatikan aspek keberlanjutan dari proses budidaya hingga proses pengeolahannyaKebun kelapa sawit milik perusahaan maupun perorangan wajib memiliki sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang telah diatur dalam Perpres No. 44 Tahun 2020,” katanya.
Lebih lanjut tutur Tofan, mari kita ceritakan kepada masyarakat bahwa operasioanl di industri kelapa sawit telah menjawab tujuan pembangunan berkelanjutan yang tertuang dalam 17 poin Sustainable Development Goals (SDG’s).
BACA JUGA: Dinas Perkebunan Sumut Fasilitasi Petani Sawit Bermitra dengan Perusahaaan
Guna menyemangati mahasiswa dalam melakukan advokasi kelapa sawit di media sosial, PT. Astra Agro Lestari Tbk. membuat challenge untuk membuat konten di media sosial berupa video IG Reel atau Tiktok denga tema “Manfaat kelapa sawit untuk kehidupan sehari-hari”.
Dimana, sepuluh orang dengan video terbaik akan lanjut ke challenge tahap 2 untuk membuat konten dengan tema “Apa yang akan terjadi jika tidak ada sawit di kehidupan kita”. Pemenang challenge ini akan mendapatkan satu buah handphone. (T2)
