Harga CPO Melonjak, Siapa Yang Untung?

oleh -5.916 Kali Dibaca
Penulis: Ignatius Ery Kurniawan
Editor: Ignatius Ery Kurniawan
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Bulking storage CPO.

Pentingnya Harga Sawit yang Bernilai Tinggi

Bila merujuk dari berbagai cerita kegagalan di masyarakat yang mengelola perkebunan nasional, hampir semua mengeluhkan keberadaan pemerintah yang cenderung kurang berpihak. Lantaran, keberpihakan pemerintah, sangat dibutuhkan guna melakukan praktek budidaya terbaik dan berkelanjutan. Seperti perkebunan kelapa sawit yang secara mandatori harus berlandaskan prinsip dan kriteria Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) yang berlaku voluntery (sukarela).

Pentingnya melakukan praktek budidaya berkelanjutan, juga menjadi bagian utama dari etalase nasional bagi pasar dunia, yang konsumsi minyak nabati, selalu meningkat setiap tahunnya.Disinilah peranan besar dari minyak sawit yang sebagian besar diproduksi Indonesia. Melalui produksi minyak sawit berkelanjutan yang bersertifikasi ISPO dan RSPO, secara nyata pula, Indonesia telah mampu menjadi produsen minyak nabati berkelanjutan terbesar dunia.

Lebih dari 51% minyak nabati berkelanjutan yang dikonsumsi dunia, berasal dari minyak sawit berkelanjutan yang dihasilkan Indonesia. Sebab itu, keberadaan Indonesia sebagai produsen minyak nabati terbesar juga menjadi produsen minyak nabati berkelanjutan terbesar di dunia. Posisi ini harus mendapat apresiasi dari semua pihak dan mendapat perlindungan serta dukungan yang kuat dari Pemerintah Indonesia.

BACA JUGA: Ini Produsen Utama Minyak Sawit Asal Amerika Selatan

Lantaran kondisi ekonomi global, yang kini cenderung menguntungkan keberadaan minyak sawit asal Indonesia, juga mendorong kenaikan harga jual minyak sawit mentah (CPO) hingga berbagai produk turunannya. Secara singkat, kondisi global dewasa ini, harusnya menjadi momentum kuat bagi pemerintah untuk menyejahterakan ekonomi masyarakat yang sebagian besar berada didaerah pelosok.

Kondisi momentum yang baik ini, harus dapat digunakan sebaik mungkin oleh pemerintah, untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang bergantung hidupnya dari hasil perkebunan kelapa sawit. Lantaran, ekonomi nasional akan berputar lebih cepat, apabila pusaran ekonomi berasal dari berbagai daerah yang menjadi sentra perkebunan kelapa sawit.

Berbagai aksi yang perlu dilakukan secara nyata dan cepat, seperti penyediaan minyak goreng murah bagi masyarakat melalui pasokan CPO yang dimiliki perusahaan perkebunan negara. Penurunan serendah mungkin dari biaya pungutan ekspor (PE) dan pajak ekspor (Bea Keluar/BK), karena memangkas harga jual TBS di tingkatan petani.

BACA JUGA: Masa HGU Habis, Masyarakat 5 Kampung Rusak dan Bakar Kantor Perusahaan Sawit di Lampung

Di sisi lain, pemerintah harus memiliki peranan besar dalam menumbuhkan akselerasi ekonomi melalui pembangunan di daerah-daerah sentra perkebunan kelapa sawit. Bertujuan, supaya geliat ekonomi dapat tumbuh melesat pesat sehingga memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan nasional. Dalam arti lain, penyebaran dan pemerataan pembangunan akan lebih terlihat dalam pertumbuhan geliat ekonomi di daerah, sehingga dapat menjadi etalase ekonomi nasional.

Sebaliknya, bila momentum baik ini tidak digunakan segera, maka masyarakat yang hidup dari perkebunan, juga tidak mendapatkan keuntungan yang signifikan dari naiknya harga jual CPO di pasar global. Pentingnya kebijakan publik yang diputuskan pemerintah, harus pula memiliki kearifan tinggi, guna menumbuhkan kesejahteraan masyarakat luas.

Mengutip ahli ekonomi Anderson dalam Buku yang ditulis Nugroho (2009), bahwa kebijakan publik adalah apapun juga yang dipilih oleh pemerintah, apakah mngerjakan sesuatu itu atau tidak mengerjakan (mendiamkan) sesuatu itu. Dalam bahasa asing dikatakan whatever government choose to do or not to do. Editorial Majalah InfoSAWIT Edisi Maret 2022


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com