Perkuat Diplomasi Sawit Indonesia ke Uni Eropa, Kemenlu Rumuskan Strategi

oleh -2.742 Kali Dibaca
infosawit
Dok. Istimewa

InfoSAWIT, MEDAN –  Saat ini EU Regulation on Deforestation-Free Supply Chains telah disetujui penetapannya pada tanggal 6 November 2022 lalu dan akan memasuki tahap entry into force pada Mei atau Juni 2023. Kebijakan ini memastikan bahwa setiap produk yang berada di pasar Uni Eropa tidak berkontribusi terhadap deforestasi dan degradasi hutan, baik di wilayah Uni Eropa maupun di  tempat  lain  di  seluruh  dunia.  Seluruh  perusahaan  dan  pemangku  kepentingan terkait di pasar Uni Eropa wajib menaati kebijakan dimaksud.

Dikatakan Dirjen Kerjasama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Tri Tharyat, setidaknya terdapat dua komoditas  strategis dan  unggulan Indonesia  yang rantai pasoknya dapat terdampak oleh  kebijakan EU  Regulation  on  Deforestation-Free  Supply Chains di atas, yakni kelapa sawit dan karet.

Sebab itu diperlukan langkah kebijakan yang tepat oleh Indonesia dalam rangka mengamankan akses pasar kedua komoditas tersebut di Eropa dan juga memperluas pasar kedua komoditas di kawasan lainnya.

BACA JUGA: Permintaan Minyak Sawit Diprediksi Masih Kuat

“Tujuan dari FGD antara lain memperoleh tanggapan dan pandangan para pemangku kepentingan lokal untuk sawit dan karet alam terkait proliferasi kebijakan keberlanjutan yang tidak berimbang dan cenderung diskriminatif terhadap komoditas Indonesia. Juga mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, dan hambatan (tarif/non-tarif) dalam pengembanganproduk sawit dan karet berkelanjutan di Indonesia maupun dalam memperluas akses pasardi luar negeri,” kata Tri saat membuka FGD Penguatan Diplomasi Komoditas Indonesia di Tengah Proliferasi Kebijakan Keberlanjutan Eropa, Rabu (25/1/2023).

Lebih lanjut kegiatan ini juga guna merumuskan rekomendasi  dan  strategi  diplomasi  ekonomi nasional,  khususnya  untuksektor  komoditas  berkelanjutan,  yang  tepat,  komprehensif,  dan efektif,  khususnya  di kawasan Eropa.

BACA JUGA: Pemerintah Provinsi Didorong Terapkan RAD KSB

Plt. Direktur Kemitraan BPDPKS, Kabul Wijayanto dalam tanggapannya menyampaikan, pentingnya integrasi dari semua stakeholder untuk memperkuat Diplomasi Komoditas khususnya sawit. “Tanpa adanya integrasi semua pihak akan sulit memenangkan diplomasi ke Eropa, karena banyak dan beragamnya hal yang diangkat Eropa” tutup Kabul. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com