Pada suatu peristiwa menyedihkan pada 1981, Nyoman tersadarkan, tentang hakikat seorang manusia tidaklah bisa sendirian menghadapi samudera kehidupan. Ceritanya, usai mengurus proyek listrik PLTU di Suralaya, Jawa Barat, Nyoman mengalami kecelakaan mobil sehingga gegar otak, patah tulang, dan luka dalam lainnya. Musibah yang mengharuskan dia terbaring lama tanpa aktivitas itu ternyata membawa hikmah: betapa hidup seseorang harus dapat berguna bagi banyak orang.
Begitu sembuh, Nyoman kemudian mewujudkan makna hidup itu di kebun kelapa sawit yang dibangunnya. Lantaran minim pengetahuan usaha kebun sawit, dia pun belajar kepada banyak orang, termasuk semasa menjadi subkontraktor proyek PT. Aneka Usaha Perkebunan (Persero) waktu itu Direktur Utama dipimpin oleh Ismoyo Haryanto di Pasaman, Sumatera Utara, pada 1983-1984.
Learning by doing dilakukan Nyoman, dengan mengajak beberapa teman pribumi membuka usaha kebun sawit. Itu berlangsung tahun 1984-1985. “Harus belajar untuk mengetahui bagaimana usaha kebun sawit bisa berjalan,” kata Nyoman, menerangkan pentingnya seorang entrepreneur mengetahui jalan usaha yang akan dilakukan.
BACA JUGA: Garis Takdir Musdhalifah Machmud, dari Pingin Jadi Dokter Malah Jabat Deputi Kemenko
Berbekal motto hidup: kalau mau maju, jangan sendirian, Nyoman berhasil menggandeng Ir. H. Suratin Subur, Ir. H. Sjamsir, R.A. Sulaiman (Alm), H. Soegito, Dr. Ir. A. Muin Pabinru (Alm) dan Winfried Tongken (Alm), untuk bersamasama merintis usaha perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Selatan pada tahun 1985.
Pilihan lalu jatuh pada Desa Baras, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Selatan pada saat itu dan setelah reformasi nama desa berubah menjadi Desa Motu, Kecamatan Baras, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat. Kondisi ketertinggalan social masyarakat sekitar, menyentak Nyoman untuk membangun perkebunan kelapa sawit di sana, meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal yang sangat memperoleh dukungan Pemerintah Daerah dan sambutan hangat masyarakat setempat.
BACA JUGA: Olivier Tichit: Bersama Petani Sawit, Keberlanjutan Akan Dapat Dicapai
Usaha perkebunan kelapa sawit mulai dilakoninya dengan mengalihkan usaha kontraktor menjadi usaha perkebunan kelapa sawit PT. Unggul Widya Teknologi Lestari (UWTL). Nyoman boleh dibilang pionir pembangunan kebun sawit di Mamuju Utara melalui pola Perkebunan Inti Rakyat (PIR) Trans. Kala itu, Mamuju butuh penggerak roda ekonomi daerah, dan usaha perkebunan dinilai mampu menyerap banyak tenaga kerja dan memberi penghasilan yang baik bagi masyarakat. Usaha ini juga dianggap bisa turut mengentaskan kemiskinan di daerah. (T1)
