Selanjutnya, penerapan ISPO juga dapat menggandeng sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) melalui kolaborasi aktif bersama petani kelapa sawit, guna mendorong partisipasi masyarakat luas dalam menggunakan produk minyak sawit yang telah tersertifikasi. Tujuannya, supaya lebih banyak partisipasi masyarakat yang terlibat aktif melakukan praktik budidaya terbaik dan berkelanjutan.
Merujuk kepada tujuan pembangunan dunia berkelanjutan (SDGs), keberhasilan praktik budidaya terbaik dan berkelanjutan, juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas, melalui produksi minyak sawit berkelanjutan yang terus bertumbuh. Di sisi lain, keterlibatan masyarakat luas, juga mampu mendorong kesadaran akan pentingnya membeli minyak sawit berkelanjutan.
Memang butuh kerja keras dan keterlibatan banyak orang dalam menghasilkan minyak sawit berkelanjutan. Selain itu, dibutuhkan kerjasama antar pihak pula untuk mengonsumsi minyak sawit berkelanjutan yang sudah dihasilkan. Keberpihakan produksi dan konsumsi yang sinergi, secara nyata dapat mendorong pertumbuhan bisnis minyak sawit secara simultan di masa mendatang.
BACA JUGA: Kementan Jamin Ketersediaan Benih Untuk Sektor Perkebunan Melalui Bank Benih Perkebunan
Kemampuan produksi dan konsumsi yang bertmbuh secara serempak, dapat menjadi bukti kesekian kepada dunia internasional akan keberhasilan pembangunan minyak sawit berkelanjutan di Indonesia. Secara nyata, minyak sawit berkelanjutan dapat menjadi ikon produk ramah lingkungan dan terbarukan yang menjadi simbol nyata akan perjuangan masyarakat Indonesia.
Membangun kesadaran dan kemandirian sebagai bangsa yang besar memang sulit, namun jauh lebih sulit jika mendorong kesadaran global seluruh masyarakat dunia. Pasalnya, kemandirian nasional akan memiliki pengaruh besar terhadap kesadaran global, sehingga pada titik kulminasi tertentu, dapat mendorong kesadaran masyarakat global akan pentingnya mengonsumsi minyak sawit berkelanjutan.
BACA JUGA: Dari Jamur Sawit, Pendapatan Warga Nagari Talao Meningkat
Pusat Data Bisnis InfoSAWIT di awal tahun 2023 ini, memperkirakan akan bertumbuhnya produksi minyak sawit mentah (CPO) global, pada 2025 mendatang hingga 89 juta ton. Pertumbuhan pesat CPO di masa mendatang ini, akan menjadi kunci keberhasilan perkebunan kelapa sawit global sebagai pemain handal bisnis minyak nabati global.
Jika bukan sekarang, kapan lagi… Jika bukan kita siapa lagi??
