InfoSAWIT, PADANG ARO – Terkadang jamur yang tumbuh di perkebunan kelapa sawit kerap diabaikan lantaran dianggap tak memiliki nilai ekonomis. Namun ditangan masyarakat Nagari Talao, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat, jamur tersebut justru memberikan tambahan pendapatan.
Dengan dibantu lewat pembinaan dari PT Perkebunan Nusantara VI, anak usaha Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), masyarakat Nagari Talao berhasil membuat jamur di kebun kelapa sawit menjadi berbagai cemilan lezat dan menarik seperti serundeng, nugget, dan kripik jamur. PTPN VI membina masyarakat Nagari Talao sebagai dukungan dalam upaya pemulihan ekonomi, termasuk ke pelaku UMKM.
Dikutip InfoSAWIT dari Twitter Holding PTPN, Senin (26/9/2922), disebutkan ide awal pengolahan jamur tersebut berasal dari banyaknya jamur di perkebunan PTPN VI. Lalu muncul gagasan supaya jamur tersebut dapat diolah dan dimanfaatkan menjadi makanan khas Nagari Talao Sungai Kunyit, Solok Selatan.
Jamur diolah menjadi makanan kering seperti serundeng, krispi, dan makanan basah mie, bakso, dan nugget. Makanan olahan tersebut telah berkembang pesat serta mendapat respon sangat baik dari masyarakat, terbukti dengan semakin meningkatnya produksi.
Sejak 2021 pangsa pasarnya sudah merambah hingga ke seluruh Provinsi Sumatera Barat dan sebagian Provinsi Jambi. Masyarakat sekitar bahkan turut membudidayakan jamur dan memiliki beberapa karyawan untuk memenuhi permintaan pasar.
Program binaan UMKM ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi, menyerap tenaga kerja, serta mengajak para pelaku usaha konsisten.
“Agar dapat eksis dalam mengembangkan produk usahanya dan bisa bersaing di pasar nasional maupun internasional,” demikian tulis akun Twitter Holding PTPN. (T5)
Artikel ini telah tayang di Infosawit Sumatera dengan judul © Masyarakat Nagari Talao Berhasil Ubah Jamur Sawit Jadi Produk Cemilan Berkualitas
