InfoSAWIT, PEKANBARU – PT Perkebunan Nusantara V terus memperkuat program digitalisasi jelang dibentuknya sub holding PalmCo. Anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara III Persero tersebut kini dalam fase integrasi penuh digital melalui program E-Plantation dan ditargetkan rampung tahun 2023 ini.
“Kita saat ini sudah on track untuk menuju integrasi penuh digitalisasi dan ditargetkan tahun ini dapat terwujud,” kata Direktur PTPN V, Jatmiko Santosa dalam keterangan resminya diperoleh InfoSAWIT, Senin (5/6/2023).
Ia mengatakan bahwa integrasi tersebut meliputi penerapan Geospatial Based, Internet of Things, enterprise resource planning (ERP Based), Mobile & Web Apps Based.
Menurut Jatmiko, digitalisasi merupakan hal yang tak dapat dihindarkan untuk tetap mampu bersaing dan menghadapi perubahan di masa mendatang. “Bergerak menuju 4.0 adalah keniscayaan yang tak mungkin dihindarkan,” tuturnya.
Saat ini PTPN V sendiri dalam fase menerapkan semi Integrasi E-Plantation. Integrasi itu meliputi Dashboard Berbasis Web GIS fase II, computerized maintenance management system, partial integration SAP dan digitalized inititiaves lainnya.
Sejak menakhodai anak perusahaan Holding Perkebunan medio 2019 silam, Jatmiko terus mendorong transformasi secara masif, termasuk diantaranya adalah transformasi digital.
BACA JUGA: Melalui PalmCo, Holding PTPN Bakal Melantai ke Bursa berharap Meraup Rp 10 Triliun
Diawali dari Penguatan Infrastruktur and Partial Implementation pada 2020, PTPN V mulai menerapkan pemantauan produksi melalui aplikasi, penggunaan peralatan canggih geospasial, penerapan Millena atau Mill excellence Indicator, serta penggunaan Block Score Card/Nusalima Block Excellence.
Setahun berselang, program digitalisasi yang telah diterapkan kian disempurnakan dan diperluas hingga menjangkau produksi pemasaran dan keuangan.
