InfoSAWIT, DENPASAR – Guna menangkal isu negatif sawit di sekolah-sekolah dan mencapai tujuan promosi sawit, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Bali, menyelenggarakan kegiatan Palm Oil EduTalk “Kupas Tuntas Mitos dan Fakta Tentang Kelapa Sawit” pada pertengahan Juni 2023 lalu secara hybrid.
Diungakapkan Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dikpora Provinsi Bali I Gede Ketut Seputera, guru dapat berperan menjadi motivator dan PGRI sebagai fasilitator, sementara siswa dapat menerima dengan baik informasi tentang sawit yang obyektif sehingga menjadi satu sinergi yang sangat baik sekali.
Sementara Ketua Pengurus PGRI Provinsi Bali I Komang Arta Saputra mengungkapkan, dirinya hanya mengenal kelapa sawit untuk produksi minyak saja, dan kedepan untuk anak-anak generasi penerus bisa menjadi pengusaha produk yang merupakan turunan daripada kelapa sawit. “Lantaran banyak pengusaha di Bali yang sukses dengan produk berbahan baku kelapa sawit,” katanya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini.
BACA JUGA: Uni Eropa dan Produsen Sawit Sepakat Bentuk Satgas Terkait Penerapan EUDR
Diungkapkan, Direktur Utama dari PT Astungkara Sukses Makmur (Official Distributor Bali Soap), Mahendra Wijayanto, bahwa minyak sawit dipilih banyak perusahaan sebagai bahan baku dalam produksi produk turunann lantaran harganya yang terjangkau, tersedia, mudah diproduksi, kualitas minyak cenderung stabil, multifungsi, serta sustainable.
Dijelaskan Mahendra, sebagai bahan baku penting dalam produksi produk health care dan kosmetik, berdasarkan hasil riset diketahui bahwa kandungan dan peranan minyak sawit yakni untuk meremajakan kulit, kaya antiokasidan, mengandung vitamin E, menyehatkan rambut, tidak menyebabkan ketergantungan, kaya provitamin A, anticaking agent, dan menjadikan produk yang digunakan awet di kulit. (T2)
