InfoSAWIT, TANJUNG SELOR – Pemanfaatan sumber daya alam, seperti perkebunan kelapa sawit, selalu menjadi topik yang penuh kontroversi di berbagai belahan dunia. Di Kalimantan Utara, perusahaan sawit memiliki potensi besar untuk tidak hanya memberikan kontribusi ekonomi bagi daerah tersebut, tetapi juga memberikan manfaat sosial kemasyarakatan yang signifikan. Hal ini menjadi panggilan dari Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara, Yansen TP, yang menyoroti pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan sawit dalam upaya penurunan angka kemiskinan dan stunting di daerah tersebut.
Dalam pernyataannya, Wagub Yansen TP menegaskan bahwa perusahaan sawit memiliki peran penting dalam memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Kalimantan Utara. Ia mengajak seluruh perusahaan sawit untuk tidak hanya fokus pada aspek ekonomi semata, tetapi juga untuk berkontribusi secara aktif dalam mengurangi angka kemiskinan dan stunting di daerah tersebut. Meskipun tren penurunan angka kemiskinan dan prevalensi stunting telah terjadi, Wagub menggarisbawahi bahwa tanggung jawab moral pemerintah daerah dan semua pihak, termasuk perusahaan dan investor, tidak dapat diabaikan.
“Jangan membiarkan masalah ada, tetapi berkontribusilah bagi kesejahteraan seluruh masyarakat Kalimantan Utara,” kata Wagub dikutip InfoSAWIT dari laman resmi Pemprov Kaltara, Selasa (8/8/2023).
BACA JUGA: Harga Saham Sawit Senin 7 Agustus 2023 Naik 3,03 Persen
Data statistik menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam beberapa parameter kunci. Jumlah penduduk miskin di Kalimantan Utara menurun dari 50,58 ribu pada September 2022 menjadi 47,97 ribu pada Maret 2023. Ini menggambarkan penurunan sebanyak 2,6 ribu jiwa atau 0,41 persen dalam kurun waktu tersebut. Selain itu, upaya penanganan stunting juga mencapai hasil yang positif, dengan angka prevalensi stunting menurun dari 27,5 persen pada 2021 menjadi 22,1 pada 2022. Kalimantan Utara bahkan masuk dalam tiga besar provinsi di Indonesia dengan penurunan stunting di atas lima persen.
Wagub Yansen TP menekankan bahwa industri perkebunan kelapa sawit memiliki potensi besar untuk memberikan dampak yang lebih positif terhadap kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat. Dalam catatan Wagub, Kalimantan Utara dikenal sebagai salah satu provinsi terbesar dalam produksi kelapa sawit, dengan 57 perusahaan besar swasta (PBS) perkebunan kelapa sawit dan 20 pabrik kelapa sawit (PKS). Dengan potensi ini, perusahaan-perusahaan sawit memiliki peluang untuk melibatkan diri secara lebih aktif dalam program-program pengentasan kemiskinan dan penurunan stunting. (T2)
