InfoSAWIT, BELITUNG TIMUR – Pada Minggu, 18 Juni 2023, Karantina Pertanian Pangkalpinang melalui Wilayah Kerja (Wilker) Pelabuhan Laut Tanjung Pandan telah berhasil menjamin kelancaran pengiriman sebanyak 1.500 ton kernel sawit.
Pihak karantina melakukan pemeriksaan ketat terhadap media pembawa ini sebelum diangkut melalui kapal KM Karunia Permai yang memiliki tujuan akhir di pelabuhan Tarahan, Lampung.
Kernel sawit yang menjadi muatan kapal tersebut telah dinyatakan sehat setelah menjalani serangkaian pemeriksaan yang ketat oleh Yahya Firdaus, Pejabat Karantina Pertanian Pangkalpinang. Pemeriksaan ini tidak hanya menjamin kualitas media pembawa, tetapi juga melindungi kesehatan lingkungan serta keamanan sumber daya pertanian.
BACA JUGA: Ekonomi Mandiri Permudah Akses Keuangan Untuk Sawit Berkelanjutan dan Dongkrak Pendapatan
Sebagai tindakan preventif, setelah dinyatakan bebas dari risiko penyakit dan kontaminasi lainnya, kernel sawit ini diberikan Sertifikat KT-12 oleh pihak berwenang. Sertifikat ini menjadi bukti bahwa muatan yang akan dilewati berbagai area telah memenuhi standar karantina yang ditetapkan, sehingga dapat berpindah tangan dengan aman.
Kepala Karantina Pertanian Pangkalpinang, Herwintarti mengatakan, menjamin kesehatan kernel sawit adalah komitmen karantina kami dalam menjaga agar media pembawa yang diangkut tetap dalam kondisi optimal. “Serta memastikan bahwa pengiriman ini tidak membawa risiko kesehatan bagi area tujuan,” katanya dalam keterangan resmi yang diperoleh InfoSAWIT, Senin (14/8/2023).
Tindakan karantina pertanian ini bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan upaya nyata dalam menjaga keberlanjutan industri pertanian dan menjaga ketahanan pangan. Dengan adanya pemeriksaan ketat terhadap media pembawa seperti kernel sawit, peran Karantina Pertanian Pangkalpinang telah turut serta dalam menjaga stabilitas sektor pertanian di tengah dinamika perekonomian global. (T2)
