InfoSAWIT, JAKARTA – Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), luas perkebunan kelapa sawit berdasarkan land used dan produksi CPO pada tahun 2018 meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut disebabkan oleh peningkatan cakupan administratur perusahaan kelapa sawit, sehingga luas areal perkebunan kelapa sawit menjadi 14,33 juta hektar.
Selanjutnya pada tahun 2019 sampai dengan 2022, luas areal perkebunan kelapa sawit berdasarkan land used terus mengalami peningkatan yang hampir stagnan. Pada tahun 2022 diperkirakan luas areal perkebunan kelapa sawit sebesar 15,34 juta hektar.
Areal perkebunan kelapa sawit tersebar di 26 provinsi yaitu seluruh provinsi di Pulau Sumatera dan Kalimantan, Provinsi Jawa Barat, Banten, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.
BACA JUGA:
Pada tahun 2022, Provinsi Riau masih menjadi provinsi penghasil kelapa sawit terbesar dengan luas 2,87 juta hektar atau 18,70 persen dari total luas areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Dari luas areal tersebut, Provinsi Riau menghasilkan 8,74 juta ton CPO. Luas areal dan produksi perkebunan kelapa sawit di Indonesia menurut provinsi tahun 2022.
Masih dikutip InfoSAWIT dari BPS, luas areal perkebunan kelapa sawit menurut status pengusahaan pada tahun 2022 tidak menunjukkan perubahan berarti. Seperti tahun sebelumnya, penguasaan luas areal perkebunan kelapa sawit masih didominasi oleh perkebunan besar swasta, yang mencapai 8,58 juta hektar atau 56% perkebunan kelapa nasional, diikuti perkebunan rakyat yang menguasai 6,21 juta hektar atau 40,51 persen, serta sisanya 0,55 juta hektar atau 3,57 persen dikuasai oleh perkebunan besar negara. (T2)
