InfoSAWIT, MEDAN – Pada tanggal 7-9 Desember 2023, Indonesian Planters Society (IPS) menerima kunjungan dari 30 Planters Malaysia yang tergabung dalam The Incorporated Society of Planters (ISP) Malaysia. Dalam agenda kunjungan ini, para planters IPS dan ISP melakukan studi banding di kebun PT Socfindo dan PT Perkebunan Nusantara IV.
General Manager PT Socfindo, Andy Suwignyo menyampaikan, bahwa dalam perkembangan zaman saat ini, keterbukaan terhadap inovasi penerapan mekanisasi dan teknologi digital dalam industri perkebunan kelapa sawit sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas produksi.
Sementara, Mohd Sahir Yaacob, yang mewakili planters Malaysia dan juga menjabat sebagai Chief Operating Officer Felda Plantation Management Sdn Bhd, mengungkapkan apresiasi terhadap IPS dan PT Socfindo atas penerimaan yang baik. “Kunjungan ini sangat bermanfaat untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman,” ujar Mohd Sahir dalam keterangan resmi yang diterima oleh InfoSAWIT pada Senin, 11 Desember 2023.
BACA JUGA: Peraturan Harga Pembelian TBS Sawit di Revisi, Guna Kesejahteraan Petani
Pada kesempatan tersebut, juga dibahas mengenai penerapan teknologi digital dalam kegiatan produksi benih, panen, transportasi, dan pengembangan Elaeidobius kamerunicus di PT Socfindo. Andy Suwignyo menjelaskan bahwa PT Socfindo telah menerapkan teknologi terbaru dalam kegiatan penyerbukan, panen, dan produksi serangga Elaeidobius kamerunicus. “Semua laporan kebun PT Socfindo sudah terhubung dengan Dashboard Mobile (Handphone),” ungkap Andy Suwignyo.
Kunjungan tersebut kemudian dilanjutkan ke PT Perkebunan Nusantara IV, di mana Manager Kebun Adolina PTPN 4, Yudhi H. Prawbowo, menjelaskan penerapan teknologi digital, khususnya penggunaan drone, untuk menghitung jumlah pokok, kondisi jalan, dan mendeteksi pencurian.
BACA JUGA: Inovasi Seri 1: Ketertelusuran Kelapa Sawit Pastikan Penuhi Standar Keberlanjutan
Drone tersebut dapat mendeteksi pencurian di kebun Adolina, dan diterbangkan pada malam hari, serta menggunakan kamera untuk mendeteksi suhu tubuh pencuri. Selain itu, Mahmud Irdan Lubis menyampaikan bahwa sistem Nursey kelapa sawit di PTPN IV dibuat di rumah kaca hijau (Green House) untuk mengurangi gangguan dari lingkungan, terutama hama penyakit. “Penyiraman bibit di Pre Nursery lebih teratur,” kata Mahmud Irdan Lubis. (T2)
