Di sisi lain, Indonesia dapat menarik sejumlah pelajaran penting dari keberhasilan Malaysia. Dalam penanganan industri sawit, koordinasi dan konsolidasi di tingkat pemerintahan mungkin menjadi kunci keberhasilan. Struktur pemerintahan yang terpusat di tangan Menteri Perladangan dan Komoditi di Malaysia memberikan kejelasan dan keefektifan dalam mengelola seluruh aspek industri sawit.
Pentingnya dukungan penuh terhadap petani juga merupakan nilai yang dapat diadopsi oleh Indonesia. Mendorong partisipasi petani sawit dalam kegiatan industri dan memberikan mereka akses ke sumber daya yang diperlukan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan di tingkat masyarakat.
Selain itu, upaya riset dan inovasi perlu ditingkatkan di Indonesia untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Menciptakan lembaga riset yang kuat, seperti Porim di Malaysia, dapat menjadi langkah positif untuk mendorong penemuan-penemuan baru yang dapat merangsang pertumbuhan industri sawit.
BACA JUGA: Ganjar Pranowo Dianggap Mampu Selesaikan Masalah sawit
Indonesia juga harus lebih proaktif dalam mempromosikan produk sawitnya di pasar internasional. Pembentukan organisasi serupa dengan MPOC dapat menjadi langkah strategis untuk mendukung ekspansi dan peningkatan daya saing produk sawit Indonesia.
Melalui pemahaman mendalam terhadap faktor-faktor yang membedakan keberhasilan industri sawit Malaysia, Indonesia memiliki peluang untuk memperbaiki dan mengembangkan industri sawitnya sendiri. Dengan mengadopsi strategi yang efektif dan melibatkan semua pemangku kepentingan, Indonesia dapat mempertahankan dan meningkatkan posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri sawit global. (*)
Sumber: Buku Memoar Duta Besar Sawit Indonesia, 2010
Penulis: Maruli Pardamean/Praktisi Dan Penulis Buku Kelapa Sawit
