InfoSAWIT, JOGJAKARTA – Dalam sebuah kemitraan yang kuat antara Apical Group, salah satu produsen minyak sawit terintegrasi yang fokus pada keberlanjutan, dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), telah kembali menggelar kampanye edukasi keberlanjutan kelapa sawit yang dikenal sebagai ‘GreenFest’ di Universitas Instiper, Jogjakarta.
Sebelumnya kampanye ini, yang awalnya diinisiasi pada tahun 2023 di Universitas Trisakti di Jakarta, bertujuan untuk mengedukasi Generasi Z tentang pentingnya dan manfaat dari produksi kelapa sawit berkelanjutan. Dengan memperhatikan kepedulian lingkungan dan sikap “hijau” Generasi Z, inisiatif ini berupaya untuk menginspirasi mereka dan melibatkan mereka dalam merancang program keberlanjutan di lingkungan kampus mereka.
Pada acara khusus di Universitas Instiper pada tanggal 29 Februari 2024, Apical memperkenalkan strategi mereka untuk berinteraksi dengan pemikiran muda dan menyoroti peran penting kelapa sawit berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari Generasi Z.
BACA JUGA: Petani Sawit Swadya Anggota SPKS, Dorong Percepatan Kepemilikan Sertifikasi ISPO di Rokan Hulu
Diungkapkan Corporate Communications Apical Group, Vanda Kusumaningrum menyatakan, bahwa tujuan kampanye ini adalah untuk memotivasi individu muda untuk mendukung produk kelapa sawit yang diproduksi secara berkelanjutan, yang tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari mereka.
Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Apical untuk menjaga lingkungan, sejalan dengan komitmen keberlanjutan Apical 2030. “Sebelumnya, pada November 2023, Apical juga telah mengadakan kampanye Green Fest di Plaza Outdoor Universitas Trisakti, dengan melibatkan WWF Indonesia, untuk mengedukasi anak muda tentang beragam penggunaan produk kelapa sawit, dari perawatan pribadi hingga barang rumah tangga,” kata Vanda dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Jumat (1/3/2024).
Dalam pandangan ekonomi, kelapa sawit memainkan peran penting bagi Indonesia. Sejak mengungguli Malaysia pada tahun 2006, Indonesia telah menjadi produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Sektor ini memberikan pekerjaan kepada jutaan orang, dari petani hingga pekerja pabrik, dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pasar tenaga kerja dan penerimaan devisa Indonesia.
Sementara menurut Herry Wirianata, dosen di Fakultas Pertanian yang juga menjadi salah satu narasumber, praktik sawit berkelanjutan harus tetap diawasi mulai dari proses persiapan lahan, budidaya, hingga pengolahan minyak kelapa sawit dan produk turunannya. Dia menekankan pentingnya pemahaman ini untuk mahasiswa yang akan menjadi pengelola kebun kelapa sawit di masa depan.
