“Komitmen terhadap keberlanjutan memungkinkan kita untuk menikmati manfaat dari minyak sawit sambil tetap menjaga keseimbangan alam,” kata Gus Agung.
Deputy Director Market Transformation RSPO Indonesia, Mahatma Windrawan, menyatakan bahwa industri pariwisata dan sawit merupakan kekuatan besar bagi perekonomian Indonesia dengan irisan kuat satu sama lainnya. Bali, menurutnya, dapat menjadi trendsetter bagi industri pariwisata domestik dan internasional dalam mengedepankan penggunaan produk turunan sawit yang dihasilkan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Dalam acara ini, ETB, RSPO, dan Bali Tourism Board menandatangani komitmen bersama untuk pengadaan yang berkelanjutan di industri pariwisata. Diskusi kemudian dilanjutkan dengan topik yang disesuaikan dengan Indeks Keberlanjutan yang disusun oleh ETB, meliputi kesadaran akan keanekaragaman hayati, perlindungan habitat alami, dukungan untuk konservasi, serta layanan untuk komunitas lokal. Diskusi ini juga bertujuan membangun kesadaran mengenai pengadaan bertanggung jawab dan memberikan informasi tentang bagaimana sawit dapat dikembangkan tanpa dampak negatif terhadap lingkungan dan sosial. (T1)
