InfoSAWIT, PALANGKA RAYA – Seminar dan Workshop bertajuk Sawit Indonesia Ramah Anak resmi dibuka oleh Plh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Provinsi Kalimantan Tengah, Maskur, yang mewakili Plt Sekda Provinsi Kalteng. Acara ini berlangsung di Aquarius Boutique Hotel Palangka Raya dan dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan industri kelapa sawit serta pemerintah.
Dalam sambutannya, Maskur menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, yang diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dan berdaya saing, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
“Semoga praktik baik dari sawit ramah anak dapat menjadi ikhtiar positif untuk mewujudkan SDM yang kuat dan kompetitif,” ujar Maskur, saat membacakan sambutan tertulis Plt Sekda Kalteng dikutip InfoSAWIT, Sabtu (26/10/2024).
BACA JUGA: Perisai Prabowo Tegaskan Komitmen Kawal Kebijakan Biodiesel untuk Petani Sawit
Maskur juga menyinggung tantangan pemenuhan hak-hak anak di wilayah yang sulit dijangkau, terutama dalam hal akses terhadap layanan dasar. Menurutnya, peran industri kelapa sawit sangat penting dalam membantu mengatasi tantangan ini, karena secara nasional industri sawit melibatkan jutaan pekerja yang tersebar di berbagai daerah, termasuk di kawasan pedesaan yang minim infrastruktur.
“Sawit memiliki jaringan yang kuat hingga ke pedesaan. Namun, banyak wilayah tersebut yang masih menghadapi tantangan besar dalam hal infrastruktur pendukung. Karena itu, diperlukan upaya kolaboratif, termasuk dalam mengoptimalkan peran industri sawit untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya anak-anak,” tambahnya.
Acara ini diharapkan menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan untuk berbagi ide dan informasi terkait langkah-langkah nyata yang dapat diambil dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi anak-anak di sekitar perkebunan kelapa sawit.
BACA JUGA: SPKS: Keterlibatan Petani Sawit Swadaya, Kunci Sukses Program Biodiesel Indonesia
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono, Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak dari Kekerasan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ciput Eka Purwianti, serta sejumlah pejabat daerah dan perwakilan GAPKI Cabang Kalimantan Tengah.
Seminar dan Workshop ini diharapkan dapat menghasilkan solusi dan strategi konkret untuk menjadikan industri sawit di Indonesia lebih ramah anak, selaras dengan prinsip-prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial industri. (T2)
