InfoSAWIT, JAKARTA – PT Teladan Prima Agro Tbk. (TLDN) menegaskan bahwa proses akuisisi yang tengah berlangsung terhadap entitas di sektor kelapa sawit masih berada dalam tahap perjanjian jual beli bersyarat. Hal tersebut disampaikan oleh Wasisto B. Sulistio, Head of Corporate Finance and Strategy TLDN, dalam acara Press Conference Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Teladan Prima Agro Tbk., dihadiri InfoSAWIT, Kamis 24/4/2025) di Jakarta.
Wasisto menjelaskan bahwa penggunaan dana hasil IPO untuk akuisisi akan dilakukan setelah seluruh persyaratan yang tertuang dalam perjanjian tersebut terpenuhi. “Kami sudah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat. Artinya, transaksi akan efektif setelah penyelesaian seluruh syarat yang ditentukan. Penggunaan dana hasil IPO untuk akuisisi baru akan dilakukan setelah tahap penyelesaian,” ujarnya.
Sementara terkait strategi pertumbuhan perusahaan, Wasisto menegaskan bahwa akuisisi merupakan salah satu dari lima strategi utama yang diusung TLDN. Fokus utama terletak pada ekspansi melalui akuisisi aset-aset potensial di sektor kelapa sawit yang dapat memperluas area tertanam dan memperkuat pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
BACA JUGA: TLDN Akuisisi PT CDM, Perluas Lahan dan Perkuat Komitmen Keberlanjutan
“Ini merupakan langkah awal dari strategi pertumbuhan berkelanjutan kami. Kami akan terus mencari peluang untuk menambah lahan produktif dan memperkuat basis operasional,” tambahnya.
Menanggapi isu ekspor dan pengaruh kebijakan tarif impor dari Amerika Serikat terhadap industri kelapa sawit Indonesia, Wasisto menegaskan bahwa TLDN saat ini tidak melakukan ekspor produk secara langsung. Seluruh hasil produksi dijual di pasar domestik, sehingga kebijakan luar negeri seperti tarif impor AS tidak berdampak langsung terhadap operasional perusahaan.
“Kami tidak memiliki penjualan ekspor saat ini. Jadi, dampak dari kebijakan tarif AS terhadap produk kelapa sawit tidak secara langsung mempengaruhi TLDN. Namun secara umum, jika kebijakan tersebut mengganggu ekspor Indonesia, tentu akan memberikan tekanan pada perekonomian nasional,” jelasnya.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Turun Tipis Pada Kamis (24/4), Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Ketat
Meski demikian, TLDN tetap optimis terhadap masa depan industri kelapa sawit di Indonesia, terutama berkat dukungan kebijakan pemerintah seperti program biodiesel. “Pemerintah telah menunjukkan dukungan nyata terhadap industri ini. Kami optimis dapat terus tumbuh di tengah dinamika global,” tutup Wasisto. (T2)
