Secara bulanan, ekspor sektor pertanian mengalami pelemahan paling tajam, turun 16,54 persen, diikuti industri pengolahan (-12,14 persen). Namun, sektor pertambangan justru tumbuh positif sebesar 2,58 persen.
Produk Ekspor Naik-Turun
Beberapa komoditas nonmigas menunjukkan peningkatan nilai ekspor pada April 2025. Produk bijih logam, terak, dan abu (HS 26) naik signifikan sebesar 37,94 persen, diikuti logam mulia dan perhiasan (HS 71) sebesar 26,56 persen, serta mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85) sebesar 0,52 persen.
Namun, tiga produk ekspor utama mengalami penurunan, yakni bahan bakar mineral (HS 27) turun 6,23 persen, besi dan baja (HS 72) turun 2,72 persen, dan lemak serta minyak hewani/nabati (HS 15) anjlok 39,23 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Tiongkok, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi pasar utama bagi ekspor nonmigas Indonesia. Total nilai ekspor ke tiga negara ini mencapai US$ 8,22 miliar, atau sekitar 41,97 persen dari ekspor nonmigas nasional.
BACA JUGA: Tekan Losses di Pabrik Sawit Hingga 1 Persen, Berikut Kata Pakar
Pertumbuhan tertinggi secara bulanan tercatat di Swiss (149,57 persen), Kanada (54,09 persen), Singapura (26,78 persen), Meksiko (11,03 persen), dan Taiwan (8,99 persen). Sementara itu, penurunan terdalam terjadi di Mesir (-42,70 persen), Italia (-42,25 persen), Pakistan (-40,91 persen), Inggris (-35,62 persen), dan Hong Kong (-30,58 persen).
Dari sisi kawasan, ekspor nonmigas mengalami pertumbuhan di Amerika Tengah (14,71 persen), Amerika Selatan (4,41 persen), Eropa Barat (4,41 persen), dan Asia Tenggara (1,11 persen). Sebaliknya, penurunan tajam terjadi di Afrika Selatan (-49,73 persen), Asia Tengah (-44,48 persen), Afrika Utara (-42,53 persen), dan Karibia (-41,88 persen).
Secara kumulatif, ekspor Indonesia selama Januari—April 2025 mencapai US$ 87,36 miliar, tumbuh 6,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspor nonmigas yang naik 7,68 persen menjadi US$ 82,56 miliar, sementara ekspor migas justru menurun 8,43 persen menjadi US$ 4,81 miliar.
BACA JUGA: TPOMI 2025 Kembali Digelar, Bahas Teknologi Pabrik hingga Industri Hilir Sawit
Dengan tren surplus berkelanjutan dan kinerja ekspor yang tetap positif secara tahunan, neraca dagang Indonesia tetap menunjukkan ketahanan di tengah tekanan global dan volatilitas pasar. (T2)
