InfoSAWIT, JAKARTA — Emiten sawit PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) resmi menambah kekuatan bisnisnya di sektor perkebunan dengan mengakuisisi hampir seluruh saham PT Cipta Davia Mandiri (CDM). Transaksi ini mengukuhkan TLDN sebagai pemegang kendali penuh atas CDM, menandai langkah ekspansi penting dalam strategi pertumbuhan jangka panjang perseroan.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada publik, Sekretaris Perusahaan TLDN Arya Wibisana mengungkapkan bahwa proses akuisisi rampung pada 13 Juni 2025. Lewat penandatanganan akta pengambilalihan saham, TLDN secara resmi mengambil alih 18.157.199 saham CDM, setara dengan 99,99% kepemilikan, dari tangan PT REA Kaltim Plantations.
“Dengan selesainya transaksi ini, CDM resmi menjadi anak perusahaan yang dikendalikan penuh oleh TLDN. Selanjutnya, CDM akan segera dikonsolidasikan ke dalam struktur bisnis kami,” ujar Arya dalam pernyataannya, ditulis InfoSAWIT, Rabu (18/6/2025).
BACA JUGA: EU dan Indonesia Resmikan EU Desk di BKPM, Dorong Arus Investasi Berkelanjutan
Nilai transaksi akuisisi tersebut tercatat sebesar Rp 136,32 miliar, lebih rendah dari estimasi awal yang berkisar antara Rp 160 miliar hingga Rp 210 miliar. Meski begitu, langkah ini tetap dianggap strategis oleh manajemen, karena memperkuat posisi TLDN dalam penguasaan aset dan memperluas kapasitas produksi sawit.
Transaksi ini juga bukan merupakan transaksi afiliasi, karena antara TLDN dan REA Kaltim tidak memiliki hubungan kepemilikan atau pengendalian langsung. Dengan demikian, tidak terdapat benturan kepentingan dalam proses akuisisi sebagaimana diatur dalam POJK No. 42/POJK.04/2020 mengenai transaksi afiliasi dan benturan kepentingan.
Akuisisi CDM merupakan bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang TLDN yang sebelumnya telah dituangkan dalam prospektus penawaran umum perdana saham (IPO). Dana yang digunakan untuk transaksi ini merupakan bagian dari hasil IPO yang digelar pada 12 April 2022, saat TLDN resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).
BACA JUGA: Wilmar Kembalikan Uang Rp11,88 Triliun, Babak Baru Kasus CPO Bergulir di MA
Saat itu, TLDN melepas sebanyak 517,86 juta saham dengan harga Rp 100 per saham dan berhasil menghimpun dana sekitar Rp 300,36 miliar. Kini, harga saham TLDN telah melonjak signifikan, mencapai level Rp 575 per saham, atau mengalami kenaikan sebesar 475% dari harga saat IPO.
Arya menambahkan, sisa dana hasil IPO akan digunakan untuk akuisisi lebih lanjut terhadap perusahaan-perusahaan sawit lain, sebagai bagian dari ekspansi portofolio dan peningkatan skala bisnis yang berkelanjutan.
Langkah TLDN ini menambah daftar aksi korporasi perusahaan sawit yang tengah aktif memperkuat struktur usahanya lewat integrasi aset dan penguasaan lahan. Dengan menjadi pengendali CDM, TLDN tidak hanya memperbesar skala produksi, tetapi juga memperkuat daya saingnya di industri yang makin kompetitif, terutama dalam menghadapi tantangan produktivitas dan keberlanjutan.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Tak Lagi Berat Sebelah, Pemprov Sumbar Siapkan Regulasi Lindungi Petani
Dengan strategi ekspansi yang agresif dan performa saham yang solid di pasar, TLDN menunjukkan sinyal kuat sebagai pemain yang terus tumbuh dan beradaptasi dengan kebutuhan industri sawit masa depan. (T2)
