InfoSAWIT, JAKARTA — Kinerja ekspor Indonesia terus menunjukkan tren positif di tengah dinamika perdagangan global. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa nilai ekspor Indonesia pada periode Januari hingga Mei 2025 mencapai US$111,98 miliar, meningkat 6,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan ini ditopang oleh kenaikan ekspor nonmigas yang mencapai US$106,06 miliar atau naik 8,22 persen secara tahunan. Sementara itu, pada bulan Mei saja, total ekspor nasional mencapai US$24,61 miliar, tumbuh 9,68 persen dibanding Mei 2024. Ekspor nonmigas pada bulan yang sama tercatat sebesar US$23,50 miliar, meningkat 11,80 persen.
Dalam keterangan resmi BPS ditulis InfoSAWIT, Kamis (3/7/2025), salah satu penyumbang terbesar pertumbuhan ekspor adalah kelompok komoditas lemak dan minyak hewani/nabati — termasuk di dalamnya minyak sawit — yang mencatat lonjakan nilai ekspor sebesar US$3,12 miliar, atau naik 33,09 persen dibanding tahun sebelumnya. Sebaliknya, komoditas bahan bakar mineral justru mengalami penurunan paling tajam, yakni sebesar US$3,06 juta atau turun 18,88 persen.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Naik Jadi US$ 877,89/MT untuk Juli 2025, Bea Keluar Tembus US$ 52/MT
Tiongkok masih menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai sebesar US$24,25 miliar, diikuti oleh Amerika Serikat US$12,11 miliar dan India US$7,28 miliar. Ketiga negara tersebut secara kumulatif menyumbang 41,16 persen dari total ekspor nonmigas nasional. Sementara itu, ekspor ke kawasan ASEAN dan Uni Eropa masing-masing tercatat sebesar US$21,48 miliar dan US$7,76 miliar.
Dari sisi sektoral, pertumbuhan tertinggi terjadi pada ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan yang melonjak 49,82 persen. Ekspor dari sektor industri pengolahan juga mencatat pertumbuhan kuat sebesar 16,53 persen. Di sisi lain, sektor pertambangan dan produk terkait mengalami kontraksi, dengan penurunan sebesar 27,07 persen.
Adapun dari sisi daerah, Provinsi Jawa Barat menjadi kontributor terbesar ekspor Indonesia pada lima bulan pertama 2025, dengan nilai mencapai US$15,40 miliar atau 13,76 persen dari total ekspor nasional. Disusul oleh Jawa Timur dengan US$11,07 miliar (9,89 persen) dan Kepulauan Riau dengan US$10,09 miliar (9,01 persen).
Capaian ekspor ini mencerminkan ketahanan dan daya saing sejumlah sektor unggulan Indonesia di tengah ketidakpastian global. Dengan pertumbuhan ekspor nonmigas yang solid serta kontribusi signifikan dari sektor industri pengolahan dan pertanian, Indonesia menunjukkan arah pemulihan ekonomi yang terus menguat. (T2)
