Di sektor perkebunan, YKAN terlibat dalam penyusunan peta jalan untuk penetapan Area Nilai Konservasi Tinggi (ANKT). Tak hanya itu, dari kawasan Hutan Lindung Wehea juga berhasil dikembangkan produk perawatan kulit berbahan zat aktif tanaman pakan orang utan, hasil riset bersama Universitas Mulawarman.
YKAN juga mendukung langkah pemerintah daerah dalam mengusulkan kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat sebagai Taman Bumi (Geopark). Dukungan itu mencakup pembangunan lembaga pengelola geosite, peningkatan kapasitas, serta kampanye penyadartahuan publik.
Dalam bidang konservasi laut, YKAN mendukung pengelolaan KKP3K-KDPS sejak proses penetapannya. YKAN juga mendorong terbentuknya Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) untuk pengelolaan kawasan tersebut. Saat ini, UPTD tengah berproses menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) guna menjamin keberlanjutan pendanaan.
BACA JUGA: Luwu Timur Kirim Peserta Pelatihan SDM Sawit ke Makassar, Dorong Petani Jadi Pengusaha
Inovasi lain yang digagas adalah akuakultur berkelanjutan melalui metode Shrimp-Carbon Aquaculture (SECURE) di Kabupaten Berau, yang menggabungkan budidaya udang dan penyerapan karbon. Selain itu, YKAN juga mendampingi pengembangan ekowisata, penguatan kelompok ekonomi perempuan, dan peningkatan kapasitas pelaku perikanan.
Untuk pemberdayaan masyarakat desa, YKAN menggagas Akademi Kampung SIGAP dan turut mendampingi pelaku usaha mikro dan kecil dalam menerapkan praktik ramah lingkungan.
Melalui kesepakatan baru ini, Pemprov Kalimantan Timur dan YKAN kembali menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kelestarian alam demi kesejahteraan masyarakat.
BACA JUGA: Mimpi Sawit Bebas Emisi
“Sebagai mitra pembangunan, kami siap melanjutkan dukungan kepada Pemerintah Kalimantan Timur agar alam tetap lestari dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat,” tutup Herlina. (T2)
