InfoSAWIT, JAKARTA — PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), perusahaan kelapa sawit milik pengusaha nasional Andi Syamsuddin Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam, mencatatkan lonjakan kinerja keuangan yang mengesankan sepanjang semester I 2025.
Dalam laporan keuangan yang dirilis hingga 30 Juni 2025, PGUN berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp83,53 miliar, atau meningkat tajam 690% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencatat Rp10,57 miliar.
Lompatan laba tersebut turut mengangkat laba per saham dasar dari Rp1,84 menjadi Rp14,56, mencerminkan efisiensi operasional dan peningkatan pendapatan yang signifikan di tengah ketatnya persaingan industri sawit.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 30 Juli – 5 Agustus 2025 Naik Tipis
Kinerja positif ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 48,9%, dari Rp258,63 miliar pada semester I 2024 menjadi Rp385,17 miliar di semester I tahun ini. Penjualan minyak kelapa sawit (CPO) menjadi kontributor terbesar dengan raihan Rp332,19 miliar, naik dari Rp237,92 miliar.
Selain itu, penjualan inti sawit juga menunjukkan peningkatan signifikan, dari Rp18,61 miliar menjadi Rp52,40 miliar. Namun demikian, penjualan cangkang sawit mengalami penurunan tajam dari Rp2,09 miliar menjadi hanya Rp571,13 juta.
Meski beban pokok penjualan tercatat naik menjadi Rp242,45 miliar dari sebelumnya Rp211,28 miliar, laba bruto perusahaan tetap melonjak drastis menjadi Rp142,71 miliar, jauh di atas perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp47,35 miliar.
BACA JUGA: Laba JARR Melonjak 82,58% di Semester I/2025, Ditopang Kenaikan Penjualan ke Pertamina
Peningkatan efisiensi dan pengelolaan operasional juga tercermin dari laba usaha yang ikut melesat dari Rp32,89 miliar menjadi Rp119,09 miliar pada paruh pertama tahun ini.
Dari sisi neraca keuangan, total aset PGUN hingga akhir Juni 2025 tercatat sebesar Rp2,64 triliun, naik tipis dari posisi akhir tahun 2024 sebesar Rp2,63 triliun. Sementara itu, liabilitas perusahaan menyusut dari Rp846,24 miliar menjadi Rp781,26 miliar. Kondisi ini turut mendorong peningkatan ekuitas dari Rp1,79 triliun menjadi Rp1,86 triliun.
Dengan capaian tersebut, PGUN menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain kuat di industri kelapa sawit nasional, membuktikan kemampuan adaptasi dan inovasi dalam mengelola bisnis di tengah fluktuasi harga komoditas dan tantangan global. (T2)
