InfoSAWIT, BEIJING — Data bea cukai Tiongkok menunjukkan impor kedelai pada Agustus 2025 mencapai level tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan tersebut. Sementara itu, impor konsentrat tembaga juga meningkat untuk bulan kedua berturut-turut, menandakan adanya permintaan yang solid di dalam negeri.
Namun di sisi lain, laju pertumbuhan ekspor Tiongkok melambat. Ekspor pada Agustus tercatat naik 4,4% secara tahunan, lebih rendah dibanding ekspektasi kenaikan 5% dalam jajak pendapat Reuters. Angka ini juga menjadi pertumbuhan ekspor paling lemah dalam enam bulan terakhir.
Dilansir Business Record, Selasa (9/9/2025), kinerja tersebut juga lebih rendah dibandingkan capaian Juli, yang sempat tumbuh 7,2% dan melampaui perkiraan pasar.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Masih Withdraw pada Senin (8/9), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Melemah
Melambatnya ekspor sebagian besar dipicu oleh penurunan pengiriman ke Amerika Serikat, setelah efek sementara dari gencatan tarif antara Beijing dan Washington mulai memudar. Kondisi ini memperkuat seruan agar pemerintah Tiongkok menyiapkan langkah-langkah stimulus fiskal tambahan pada kuartal IV 2025 untuk menjaga momentum ekonomi. (T2)
