“Kami menyarankan penerapan blending rate dinamis, yaitu kebijakan campuran biodiesel yang menyesuaikan fluktuasi harga solar, CPO, dan TBS. Model seperti ini sudah berhasil diterapkan di Brasil, Malaysia, dan Thailand,” jelasnya.
Kajian tersebut juga menekankan pentingnya peran Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam menjaga keseimbangan alokasi dana antara subsidi biodiesel, program peremajaan sawit rakyat (PSR), dan stabilisasi harga minyak goreng. Porsi dana yang terlalu besar untuk subsidi energi dinilai bisa mengurangi dukungan bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Melalui penelitian ini, Pranata UI berharap dapat memberikan kontribusi strategis dalam perumusan kebijakan energi yang efisien, berkeadilan, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin global dalam industri sawit berkelanjutan. (T2)
